Komunitas Pecinta Bonsai Penajam Lelang Tanaman Demi Bantu Masyarakat Kalsel

Foto Istimewa.

Penajam, helloborneo.com – Bencana banjir yang tengah menimpa warga di kalimantan selatan mengetuk pintu hati semua lapisan masyarakat untuk terjun menurunkan bala bantuan. Termasuk juga komunitas pecinta bonsai penajam indonesia di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Melalui kegiatan lelang tanaman bonsai yang digelar di lapangan petung kecamatan penajam, anggota komunitas pecinta tanaman bonsai ini ingin membantu meringankan beban masyarakat di kalimantan selatan yang saat ini sedang mengalami musibah.

Ketua PBSI (Pecinta Bonsai Penajam Indonesia) Sutikno kepada helloborneo.com di penajam, Sabtu, mengatakan lelang tanaman bonsai tersebut merupakan inisiatif dari seluruh anggota PBSI (Pecinta Bonsai Penajam Indonesia) yang kini berjumlah 25 orang.

“Kami semua ikut tergerak untuk membantu masyarakat di Kalimantan Selatan yang sedang mengalami musibah. Dari kegiatan lelang tanaman kami sebagian akan kami sumbangkan kepada para korban disana.” terang Sutikno.

Lelang tanaman bonsai di kelurahan petung ini,lanjut Sutikno, mulai dilaksanakan pada hari sabtu kemarin dan akan ditutup pada hari minggu tanggal 24 januari 2021.  “Sejauh ini kami (komunitas Pecinta Bonsai Penajam Indonesia) telah mengumpulkan dana sekitar Rp3 juta dari hasil pelelangan.” terangnya.

Foto Bonsai Kimeng.

Adapun jenis bonsai yang dilelang meliputi Bonsai Cinensis, Bonsai Kelapa, Bonsai Kimeng, Lamtana, Sisir, Sancang, murbei, Bungur, Sakura, Santigi, Boxsus Okiyantea, Serut,Asem, Anting Putri, Ulmus, Bugenvile, Bambu Budha, Wareng dan Asam Londo.

Lelang tanaman bonsai diatas menurut Sutikno bervariasi mulai dari harga Rp100 ribu-an hingga 11 Juta. Dari semua jenis tanaman yang dilelang, Bonsai Kimeng diakui yang paling diminati masyarakat dan harganya pun paling tinggi.

“Hasil lelang tanaman ini langsung akan kita sumbangkan ke masyarakat korban banjir di kalimantan selatan. Semoga bisa membantu meringankan beban saudara-saudara kita disana.”harap Sutikno. (hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.