Perumda Danum Taka Penajam Rugi Rp1,6 Miliar 2.000 Pelanggan Tunggak Rekening Air

ES Yulianto

Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami kerugian sekitar Rp1,6 miliar. (ESY)
Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami kerugian sekitar Rp1,6 miliar. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara mengalami kerugian sekitar Rp1,6 miliar akibat 2.000 pelanggan menunggak pembayaran rekening air.

“Sejak 25 Oktober 2021, kami telah melakukan pemberitahuan atas ancaman pemutusan SR (sambungan rumah) karena menunggak lebih dari tiga bulan,” ujar Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Rabu.

Pada Juli 2021 tercatat sebanyak 600 pelanggan Perumda Air Minum Danum Taka menunggak pembayaran rekening air, dan jumlah tersebut semakin bertambah.

Memasuki Oktober 2021 pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air mencapai 2.000 orang ungkapnya, diperkirakan atas tunggakan tersebut Perumda Air Minum Danum Taka mengalami kerugian hingga  Rp1,6 Miliar.

“Beberapa alasan menjadi faktor sehingga para pelanggan melakukan tunggakan pembayaran rekening air hingga lebih dari tiga bulan,” ucap Abdul Rasyid.

“Karena faktor tertentu masyarakat tidak mampu membayar. Pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air lebih dari tiga bulan ada sekitar 2.000 orang,” tambahnya.

Untuk menyiasati berkurangnya kerugian atas tunggakan pelanggan, Perumda Air Minum Danum Taka melakukan pemberitahuan secara persuasif kepada 2.000 pelanggan tersebut untuk segera melunasi tunggakannya. 

Petugas telah menyampaikan pemberitahuan secara langsung kepada seluruh pelanggan yang menunggak pembayaran rekening air, dan dari 2.000 pelanggan itu hingga pekan ketiga November 2021 tersisa 80 pelanggan yang masih menunggak pembayaran rekening air.

“Alhamdulillah, di pekan ketiga November ini teman-teman berjalan sudah 100 persen didatangi dari 2.000 pelanggan itu. Kami terima laporannya menunggakan sisa 80 pelanggan,” jelasnya.

Selama tiga bulan tunggakan pembayaran rekening air sangat merugikan Perumda Air Minum Danum Taka yang resmi dibentuk Maret 2020 tersebut, kendati demikian pelanggan diberikan kemudahan untuk melakukan pembayaran tunggakan rekening air dengan cara dicicil atau diangsur.

“Dari sisi keuangan menunggak lebih dari tiga bulan merugikan, kami memberikan ruang bagi penunggak yang tidak mampu bisa menyicil,” kata Abdul Rasyid. (bp/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.