Disdikpora Penajam Minta Sekolah Cegah Lonjakan Kasus COVID-19

Bagus Purwa

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten PPU, Alimuddin saat Ditemui di Gedung Paripurna DPRD PPU, (Ist)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, meminta seluruh kepala sekolah meningkatkan kewaspadaan guna mencegah adanya lonjakan gelombang ketiga kasus COVID-19.

Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Alimuddin saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Selasa mengatakan ada potensi gelombang ketiga kasus COVID-19 jika tidak ada upaya pencegahan.

Seluruh sekolah di Benuo Taka (sebutan Kabupaten Penajam Paser Utara) yang melaksanakan pembelajaran tatap muka harus meningkatkan kewaspadaan dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Seluruh kepala sekolah diminta untuk lebih waspada dan patuh terhadap penerapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah,” ujarnya.

“Adanya perkiraan gelombang ketiga itu dijadikan sebagai pengingat untuk meningkatkan disiplin protokol kesehatan terutama di lingkungan sekolah,” tambahnya.

Kendati ada potensi meledaknya penyebaran COVID-19 atau gelombang ketiga, sejauh ini belum mempengaruhi kebijakan pembelajaran tatap muka yang telah berlangsung sejak Agustus 2021.

Sejak proses belajar mengajar secara langsung atau tatap muka di sekolah dimulai pada Agustus 2021, lanjut Alimuddin, belum ada mencuat klaster dari sekolah atau pembelajaran tatap muka.

“Penerapan protokol kesehatan COVID-19 di sekolah terpantau dengan baik, semua kepala sekolah bergabung di satgas tingkat kelurahan dan desa,” ungkapnya.

Seluruh kepala sekolah telah bergabung dalam Satgas COVID-19 di tingkat kelurahan dan desa kata dia, sehingga sejauh ini penerapan protokol kesehatan di sekolah berjalan maksimal.

Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara mengikutkan kepala sekolah bergabung dalam satgas tersebut agar lebih mudah berkoordinasi dengan satgas menyangkut pelaksanaan pembelajaran tatap muka.

Disdikpora juga selalu melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan belajar tatap muka yang dilakukan sekolah-sekolah di daerah itu. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses