PMII Desak Kejari Balikpapan Segera Tetapkan Tersangka Pelabuhan Peti Kemas

Yor MS

Massa PMII mendesak Kejari Balikpapan tetapkan tersangka dugaan penyelewengan Izin pelabuhan peti kemas Kariangau.

Balikpapan, helloborneo.com – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Timur-Kalimantan Utara mendesak Kejaksaan Negeri atau Kejari Kota Balikpapan untuk segera menetapkan tersangka dugaan penyalahgunaan izin kawasan Terminal Peti Kemas Kariangau yang dijadikan tempat bongkar muat batu bara.

PKC PMII Kaltim Kaltara melalui aksi damai memberikan tenggat dua bulan kepada Kejari Kota Balikpapan untuk menetapkan tersangka dari kasus tersebut.

Ketua PKC PMII Kaltim Kaltara Zainuddin saat ditemui helloborneo.com di Balikpapan, Kamis menyatakan, keterlibatan PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) dalam dugaan penyalahgunaan wewenang sudah cukup jelas.

“Secara perizinannya pelabuhan yang dikelola PT KKT khusus peti kemas tetapi dalam pelaksanaannya ada kegiatan lain termasuk bongkar muat batu bara, jelas sebuah pelanggaran dan berpotensi merugikan,” ujarnya.

Dari pengamatan mahasiswa, praktik penyalahgunaan wewenang tersebut diduga sudah berlangsung lama dan potensi kerugian negara otomatis cukup besar.

“Negara berpotensi mendapat kerugian sebesar Rp10 miliar dan itu jelas suatu perbuatan melawan hukum,” ucapnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, Kejari Kota Balikpapan melakukan penggeledahan di Kantor Kesyahbadaraan Otoritas Pelabuhan, PT KKT, Dinas Perhubungan, dan PT Kace Berkah Alam (PT KBA).

“Tangkap dan adili aktor intelektual yang terlibat dalam kasus penyalahgunaan wewenang di PT KKT karena berpotensi merugikan,” tegas Zainuddin.

Kasi Intel Kejari Balikpapan, Octario Hutapea.

Kejari Kota Balikpapan memastikan penanganan dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang pada kawasan Terminal Peti Kemas Kariangau tersebut terus berjalan, dan saat ini memasuki tahap penyidikan.

“Kita coba memenuhi (syarat penyidikan) semua agar dalam proses pembuktian nantinya diharapkan penuntutan atau persidangan tidak ada satu yang terlewat,” kata Kepala Seksi Intelejen Kejari Kota Balikpapan, Octario Hutapea.

Ia membenarkan adanya dugaan penyalahgunaan izin dan wewenang yang terjadi di area Pelabuhan Peti Kemas Kariangau. Melalui peninjauan lokasi kejadian beberapa bulan silam, pihaknya mendapatkan jejak aktivitas bongkar muat batu bara curah.

Kejari Kota Balikpapan memanggil lebih kurang 20 saksi untuk diminta keterangan menyangkut dugaan korupsi penyalahgunaan wewenang pada kawasan Terminal Peti Kemas Kariangau tersebut

“Ada sekitar 20 lebih saksi dan untuk tersangka masih proses. Kalau TO sebenarnya sudah ada, cuma kami butuh alat bukti dalam setiap unsur. kami harapkan semakin cepat semakin baik,” jelasnya.

Saksi-saksi yang telah diminta keterangan itu terdiri dari berbagai instansi terkait. Mulai dari Dirjen Perhubungan, Pelindo, KSOP, PT KKT, serta rekanannya PT KBA.

Dalam dugaan korupsi tersebut, Kejari Kota Balikpapan memperkirakan adanya kerugian negara sekitar Rp1 miliar , tetapi untuk kepastiannya masih menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.

“Kemarin ada estimasi sudah ada sekitar Rp1 miliar lebih, tapi masih kami komunikasikan secara intens,” kata Octario Hutapea. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.