TB Sihombing

Paser, helloborneo.com – Seluruh proyek infrastruktur jalan atau lainnya di Kabupaten Paser wajib menggunakan batu pecah milik Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD daerah itu, yang dikelola Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Prima Jaya Taka.
Bahan baku batu pecah yang dikelola Perumda Prima Jaya Taka tersebut, hasil kerja sama dua investor atau pemilik modal yang bergerak di bidang stone crusher (pemecah batu).
Penegasan kewajiban tersebut disampaikan Bupati Paser, Fahmi Fadli saat penandanganan kesepakatan bersama dengan dua pihak di Kompleks Perkantoran Gentung Temiang, Kamis.
Kedua perusahaan tersebut, yakni PT Tantra Energy dan PT Sinar Mahaputera Mandaga Bakti, yang berasal dari Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, dan Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.
Tujuan terjalinnya kerja sama untuk memenuhi proses pembangunan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Paser, termasuk pada 2022 mendatang, serta memastikan pemanfaatan sumber daya alam yang dikelola BUMD Kabupaten Paser.
“Proyek meliputi infrastruktur jalan atau lainnya yang menggunakan bahan baku batu pecah meningkatkan produksi dan produktifitas, dan memastikan seluruh proyek yang menggunakan batu pecah hasil produksi pemecah batu ini,” ujar Bupati.
Agar mulusnya keberlangsungan kerja sama tersebut Fahmi Fadli meminta memenuhi alat pendukung yang belum tersedia, keamanan dan keterlibatan seluruh sarana, keterlibatan pekerja lokal, serta pembagian hasil usaha yang jelas.
“Setelah penandatanganan MoU ini, saya instruksikan kepada setiap kepala perangkat daerah terkait agar segera menyusun dokumen perjanjian kerja sama dengan kedua perusahaan, diharapkan masing-masing pihak dapat memahami ruang lingkup dari kesepakatan,” tambahnya.
Direktur Perumda Prima Jaya Taka, Saiful Bahri menyatakan, lokasi yang akan dikerjasamakan berada di satu titik Desa Saing Prupuk, Kecamatan Batu Engau, sehingga menambah usaha BUMD di bidang stone crusher menjadi empat titik.
Lokasi yang tengah berjalan, baik dikerjakan sendiri maupun dimitrakan tersebar di tiga Desa, yaitu satu titik di Desa Kasungai, Kecamatan Batu Sopang, satu titik di Desa Jemparing, Kecamatan Long Ikis, dan dua titik di Desa Saing Prupuk.
“Kehadiran investor tentunya memberikan harapan besar bagi pengembangan dan kemajuan Kabupaten Paser. Khususnya bagi Perumda Prima Jaya Taka dalam upaya pengembangan usaha dan pemenuhan target untuk kontribusi dalam peningkatan pendapatan asli daerah,” kata dia ketika ditemui helloborneo.com. (bp/hb)
















