Capaian Vaksinasi COVID-19 Kabupaten Paser Masih Rendah

TB Sihombing

Capaian Vaksinasi Covid 19 di Kabupaten Paser Masih Rendah. (Ist)

Paser, helloborneo.com – Capaian vaksinasi COVID-19 Kabupaten Paser masih rendah dibandingkan sembilan kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kalimantan Timur, sampai saat ini untuk vaksin dosis pertama 61,7 persen dan dosis kedua 42,1 persen.

Informasi yang diperoleh helloborneo.com di Paser, Selasa menyebutkan, Pemerintah Kabupaten Paser menargetkan secara keseluruhan cakupan vaksinasi virus corona tersebut capai 70 persen dari masing-masing kecamatan.

Dari 10 kecamatan di Kabupaten Paser, Kecamatan Muara Komam dan Pasir Belengkong menjadi dua daerah terendah capaian vaksinasi, Kecamatan Muara Komam untuk dosis satu 39, 2 persen dan dosis dua 20,4 persen dari target sasaran 70 persen atau 6.449 jiwa.

Rendahnya capaian vaksinasi karena selama ini atau sebelum November 2021 hanya dipusatkan di puskemas,” ujar Camat Muara Komam Kabupaten Paser, Mustafa ketika dikonfirmasi.

Namun sejak Desember dilakukan melakukan vaksinasi jemput bola atau dari rumah ke rumah jelas dia, mulai dari kawasan padat penduduk hingga desa-desa yang aksesnya sulit dijangkau. Dan Mustafa berdalih baru dilantik sebagai Camat Muara Komam yang berbatasan dengan Provinsi Kalimantan Selatan pada Oktober 2021.

Rendahnya capaian bukan berarti tidak ada sosialisasi yang dilakukan menurut dia, selama ini hanya terpusat di puskesmas, sementara terdapat beberapa desa yang jaraknya sangat jauh seperti Desa Swan Slutung jarak tempuhnya memerlukan waktu hingga empat jam dengan transportasi dan kondisi jalan sangat sulit.

Lima dari 13 desa/kelurahan di Kecamatan Muara Komam sulit dijangkau selain Desa Swan Slutung, yakni Desa Lusan, Long Sayo, Muara Payang dan Binangon yang tidak hanya kondisi jalan yang sulit dijangkau, namun tenaga kesehatan (nakes) yang terbatas juga mempengaruhi.

“Di Kecamatan Muara Komam hanya ada satu puskesmas. Dan dari lima desa itu, baru Desa Swan Slutung yang dilaksanakan vaksinasi jemput bola,” ucapnya.

“Nakes terbatas, dalam satu hari ada dua tim. Satunya standby di puskesmas, dan satu tim lagi keliling di titik yang sudah dijadwalkan,” jelas Mustafa.

Mengenai target 70 persen hingga akhir Desember 2021, ia menyatakan bisa dicapai dengan saling bersinergi antara Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) dan perusahaan, vaksinasi jemput bola dilakukan dua tempat sekaligus selama lima hari tiap pekannya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.