Santriwati Korban Asusila di Ponpes Balikpapan Utara Pindah Sekolah

Roy MS

Ilustrasi.

Balikpapan, helloborneo.com – Santriwati korban tindak asusila mantan pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Balikpapan Utara sudah kembali bersekolah.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pelindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), Esti Santi Pratiwi menyatakan, kondisi psikologi keempat korban yang melapor makin membaik. Meski diakui pada awal kasus tersebut menyeruak, para korban sempat mendapat perlakuan kurang mengenakan di lingkungan sekolahnya.

Esti mengakui, korban acap mendapat perlakuan diskriminatif lantaran dianggap membuat fitnah.

“Tapi anak-anak ini dalam perlindungan dari kita dan pihak kepolisian. Akhirnya sampai sekarang masih sekolah di sana,” kata Esti saat ditemui baru-baru ini.

Dijelaskan pula, dari empat korban yang melapor, dua di antaranya memutuskan pindah ke sekolah lain. Namun, Esti menjamin pihaknya selalu bersedia memfasilitasi para korban ketika berencana pindah ke sekolah lain.

“Tim dari LPSK pusat menawarkan biar saja (korban) menyelesaikan pendidikan di situ. Selama anak itu nyaman, kan yang mengalami dan menghadapi anak-anak itu,” lanjutnya.

Sejauh ini, menurut Esti, UPTD PPA intens berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Pendampingan kepada korban masih terus dilakukan demi pemulihan psikologis.

Sampai dengan saat ini kondisi psikologis korban diakui semakin membaik.

“Jadi tetap pendampingan psikologi anak-anak. Kita juga tanya ke orangtuanya bagaimana kondisi psikologis anak-anaknya. Dinyatakan sudah baik-baik,” bebernya.

Mengenai proses hukum, Esti menjelasakan bahwa penanganan oleh kepolisian seiring berjalan. Hanya saja, ada beberapa hal yang menjadi kendala, meski tidak terlalu signifikan.

“Masih menunggu pejabat baru, karena ada pejabat baru yang berganti disitu. Kami juga sempat ada tambah saksi 3 orang saksi,” urainya.

Menurut Dia, penyidikan kasus tersebut tinggal memasuki tahap gelar perkara sebelum memasuki penetapan tersangka.

“Tinggal penetapan, maksudnya gelar perkara. Dari advokat kita juga diberi tahu perkembangan seperti apa dari Polda Kaltim,” timpalnya. (yor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.