IKN Nusantara Disahkan di Kalimantan Timur Kesimbangan Harus Selalu Terjaga

Opini oleh Muchtar Amar, SH Pemerhati Politik dan Hukum (PATIH)

Muchtar Amar, SH Pemerhati Politik dan Hukum (PATIH) (TBS)

Paser, helloborneo.com – RancanganUndang-Undang Ibu Kota Negara atau RUU IKN telah disahkan DPR RI bersama pemerintah pusat di gedung parlemen pada Selasa 18 Januari 2022.

Payung hukum yang melegalisasi rencana pemindahan IKN baru bernama Nusantara tentu saja disambut dengan beragam persepsi dan asumsi di kalangan masyarakat Indonesia.

Untuk masyarakat Kalimantan Timur, pembangunan peradaban baru ini tentu saja menimbulkan persepsi dan asumsi yang menggirangkan secara beriringan menimbulkan rasa khawatir yang patut dipertimbangkan bagi segala kalangan.

Perbedaan persepsi dan asumsi harus dilakukan melalui kritik konstruktif yang soluktif memberikan akses jalan keluar bagi seluruh anak bangsa.Terutama anak bangsa yang ada di Kalimantan Timur ataupun wilayah Indonesia Tengah dan Indonesia Timur agar diberi ruang dan waktu yang seimbang oleh pemerintah.

Pemerintah pusat melalui pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dapat mengedukasi dua arah dengan kesultanan, lembaga adat, lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi organisasi agama, sosial dan kemasyarakatan maupun masyarakat umum secara individual profesionalisme transparan dan terbuka dapat mengambil peran strategis sesuai dengan konsep daripada ibu kota negara baru Nusantara.

Nusantara esensinya dengan kata lain dari penyebutan yang menggambarkan seluruh wilayah, geografi, kemajemukan budaya dari entitas suku dan etnis anak bangsa yang ada Indonesia.

Tentunya diharapkan pemberian nama Nusantara refresentatif diterima sebagai simbol atau ikon wajah baru Indonesia di mata dunia yang tak lupa harus selalu menjaga keseimbangan peran dan fungsi dalam refleksi keadilan, kesejahteraan, kebudayaan, kelestarian alam dan lingkungan manusia yang sinergi.

Selamat datang transformasi peradaban ibu kota negara baru Nusantara Indonesia Go Green di Bumi Borneo. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.