Polair Gagalkan Pengangkutan Kayu Ilegal Bernilai Rp. 2,25 Miliar di Kutim

David P

Balikpapan, helloborneo.com – Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Korpolairud Baharkam Polri mengungkap pelaku ilegal logging di perairan sungai Belayan Desa Sebulu Dusun Serbaya, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Timur, Selasa (25/1/22).

“Pada hari Kamis, tanggal 20 Januari 2022 sekitar pukul 18.00 WITA, berdasarkan informasi masyarakat adanya Kayu Rakit Log (kayu bulat yang dibentuk Rakit) ditarik oleh perahu ces (perahu ketinting) tanpa dokumen sah,” kata Dirpolair Korpolairud Baharkam, Brigjen Pol. M. Yassin Kosasih di sungai Belayan, Selasa (25/1) Sore.

Dari hasil Patroli Kapal Polisi KAKATUA–5012 dan Kapal Polisi PINGUIN–5011 pada Kamis (20/1), benar saja polisi menemukan 300 Batang Kayu Ilegal serta satu kapal ketinting yang digunakan untuk menarik kayu.

“Tim kami memeriksa Kayu Rakit Log sekitar 300 Batang yang tidak disertai dengan dokumen yang sah ditarik oleh perahu ces milik R dan S”, ujarnya.

Tak berhenti sampai disitu, pada Selasa (25/1) tim gabungan dari Ditpolair Baharkam Polri dan Ditpolair Polda kaltim pun melakukan pengembangan di TKP ke dua yang berjarak 2,5 Jam. Di lokasi itu, polisi kembali menemukan 1.000 batang kayu ilegal jenis meranti dan kayu campuran.

“Dari hasil pemeriksaan saat ini pemilik kayu kita tetapkan sebagai tersangka dan dalam pemeriksaan oleh penyidik Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kaltim,” terangnya.

Dari temuan ini potensi kerugian negara diperkirakan mencapai Dua Millyar Dua Puluh Lima Juta Rupiah.

Seluruh barang bukti itu kini telah disita kepolisian, para pelaku ini dijerat dengan Pasal 17 Undang Undang RI Nomor 18 Tahun 2013 Tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Perusakan Hutan Dengan Ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara. (yor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.