PTM di SMP Negeri 4 Paser Dihentikan Akibat COVID-19

TB Sihombing

Tes Polymerase Chain Reaction (PCR) di SMP Negeri 4 yang berada di Desa Damit, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kamis (27/1) (TBS)

Paser, helloborneo.com – Pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 4 yang berada di Desa Damit, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, dihentikan sementara akibat dua siswa di sekolah itu terpapar COVID-19.

“PTM terbatas di SMP Negeri 4 Tanah Grogot, sementara ditutup 14 hari, mulai hari ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Muhammad Yunus Syam ketika ditemui helloborneo.com di Paser, Kamis.

Adanya pelajar terkonfirmasi positif diketahui pada Rabu (26/1). Laporan awal hanya satu orang siswa, namun sore harinya bertambah satu siswa lagi dan keduanya merupakan saudara kandung masing-masing kelas VII dan IX.

Sekolah ditutup selama dua pekan, sekaligus siswa dan tenaga pengajar maupun staf di SMP Negeri 4 Tanah Grogot langsung dilakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada masing-masing teman sekelas kedua pelajar tersebut.

“Kemudian sekolahnya dilakukan penyemprotan disinfektan. Kami telah berkoordinasi dengan BPBD,” ucap Ketua PGRI Kabupaten Paser itu.

Menyangkut PTM 100 persen yang ditarget mulai terlaksana pada awal Februari 2022, Disdikbud Kabupaten Paser kembali akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan secara khusus kepada kepala daerah.

“Berdasarkan syarat SKB (Surat Keputusan Bersama) empat menteri memenuhi syarat dilaksanakan PTM 100 persen. Tapi tidak tahu setelah adanya kasus ini,” jelasnya.

Penutupan sekolah selama 14 hari jika ditemukan terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan SKB Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi; Menteri Agama; Menteri Kesehatan; Menteri Dalam Negeri Nomor 05/KB/2021, Nomor 1347 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/6678/2021, Nomor 443-5847 Tahun 2021 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

“Selama masa penutupan sementara PTM terbatas seluruh guru dan karyawan dapat bekerja dari rumah, untuk pengisian daftar hadir dapat dilakukan secara manual,” ungkapnya.

Tim Satgas COVID-19 sekolah dimohon selalu melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser berkaitan perkembangan kasus COVID-19 di SMP Negeri 4 Tanah Grogot.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh sekolah yang saat ini melaksanakan PTM terbatas untuk tidak henti-hentinya mengindahkan protokol kesehatan. Serta jangan sampai lepas atau tak memakai masker,” kata Muhammad Yunus Syam.

Kepala SMP Negeri 4 Tanah Grogot, Suyono menuturkan, adanya anak didiknya terpapar COVID-19 saat orang tua siswa meminta izin ke sekolah untuk membawa anaknya ke Puskesmas pada Rabu (26/1), sebab kakak dari kedua siswa tersebut terkonfirmasi positif.

“Orang tuanya izin mau membawa anaknya ke Puskesmas untuk tes usap, ternyata diinformasikan positif,” ucapnya.

Mendengar kabar tersebut, Suyono mengkonfirmasi ke Puskesmas Tanah Grogot, dan melaporkan kepada Disdikbud Kabupaten Paser, serta menjelaskan kedua siswanya tidak memiliki tanda-tanda terpapar COVID-19.

“Hanya kemarin (Rabu, Red) izin sakit karena mau tes usap. Jumlah siswa di PCR 53 orang serta guru maupun tenaga pengajar sebanyak 33 orang,” kata dia.

Tersiar kabar, jika dalam satu keluarga tidak hanya kedua siswa SMP tersebut terkonfirmasi positif COVID-19. Dari sembilan orang anggota keluarganya, tujuh orang di antaranya terpapar COVID-19.

Dengan adanya kabar itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paser, dr I Dewa Made Sudarsana belum dapat menyikapi dan memberikan keterangan.

“Belum bisa ini, masih sedang menyusun data sama temen-temen. Nanti ya, ini masih mau panggil yang mengetahui biar tahu persisnya, biar tidak salah omong nanti,” ujarnya. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.