DPRD Kabupaten Penajam Pertanyakan Kinerja Pro-P2KPM

ES Yulianto

Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Jon Kenedi (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara mempertanyakan Kinerja Program Pembangunan Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (Pro-P2KPM), sehingga keberlangsungan program itu perlu dipertimbangkan.

Program tersebut berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan dan Desa Mandiri, yang bertujuan tercapainya kesejahteraan dan kemandirian masyarakat desa.

Ketua DPRD Penajam Paser Utara Jon Kenedi saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis menyampaikan, dari 2020 pihaknya tidak setuju dengan program tersebut karena anggaran yang diinginkan tidak rasional.

Dalam per tahun rata-rata kebutuhan anggaran Pro-P2KPM sekitar Rp10 miliar dan kebutuhan makan per tahun di antaranya adalah Rp2 miliar.

“Dari tahun sebelumnya tidak setuju dengan kegiatan itu satu pihak program berjalan silahkan tapi saat ini kami cek di lapangan tidak sesuai anggaran yang digelontorkan. Angggaran makan minum mencapai Rp2 miliar per tahun, sedangkan untuk anggaran keseluruhan rata-rata Rp10 miliar per tahun,” ujarnya.

Kegiatan dalam program Pro-P2KPM dianggap tidak perlu, sehingga Jon Kenedi meminta untuk dihentikan karena dinilai tidak maksimal dalam melakukan pendampingan, dan hanya perlu melakukan program yang membawa dampak hal baik.

“Pendampingan perlu juga, tapi betul-betul yang tepat kalau pendamping dengan program memasukan tenaga kerja yang begitu tidak maksimal tidak baik. Kegiatan ini sangat tidak penting makanya kalau bisa dihentikan saja,” ucap politisi Partai Demokrat tersebut.

Penjabat Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara Tohar sepakat, program yang berdampak baik di mata masyarakat perlu dilanjutkan, namun bila sebaliknya akan dilakukan evaluasi.

“Apa apa yang memang memberikan nuasana yang kurang bagus dari persepsi siapa saja mungkin pada saatnya akan kami evaluasi. Evaluasi terkait program dan kegiatan yang telah tertuang berdasarkan kinerja dan aspek keberuntungan ketika program itu masih terus di ampuh,” ungkapnya. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.