Penjahat Kambuhan Berulah, Kalung Emas Pemilik Warung Makan Dirampas

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Belum berapa lama bebas dari penjara, Muhammad Ilham (45) warga Jalan Proklamasi Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur kembali berulah.

Di sebuah warung makan di kawasan Jalan Dua RT 17, Kelurahan Gunung Samarinda Balikpapan Utara, Ilham melakoni aksi penjambretan. Tindak kriminalitas itu dilancarkan saat sebagian muslim seperti Dirinya sedang menunaikan Salat berjemaah Jumat (18/2) Siang lalu.

Kejadian bermula ketika pelaku masuk ke warung milik TA dengan maksud seolah-olah hendak membeli. Di dalam warung makan itu, IM kemudian mengajak korban mengobrol.

Perhatian TA pun teralihkan lantaran menyimak obrolan lawan bicaranya. Seketika pula, tangan kanan Ilham menarik seuntai kalung liontin emas seberat 14 gram yang tergantung di leher TA hingga putus.

Setelah kalun emas berpindah tangan, Ilham langsung berusaha kabur menggunakan sepeda motor Yamaha MX King bernomor Polisi KT 4109 VI. Sementara TA yang baru menyadari kalung emasnya raib mendadak histeris sehingga mengundang perhatian warga sekitar.

Sebagian warga langsung berusaha menghentikan laju sepeda motor yang dipacu oleh Ilham. Upaya tersebut berhasil, Ilham tak lagi berkutik saat warga yang kesal dengan perbuatannya menyarangkan “bogem mentah” ke bagian wajahnya.

Tim Batman Polsek Balikpapan Utara yang mendapat informasi mengenai kejadian tersebutblangsung meluncur ke lokasi kejadian. Petuga langsung mengamankan Muhammad Ilham untuk menghindari meluasnya emosi warga.

“Ya kami amankan pelaku di lokasi kejadian bersama warga,” ujar Kapolsek Balikpapan Utara Kompol Danang Aries Susanto melalui Panit Jatanras Polsek Balikpapan Utara Ipda Dafid saat dikonfirmasi Minggu (20/2).

Lebih lanjut Dafid mengatakan, selain Ilham turut pula diamankan kalung emas serta sepeda motor sebagai barang bukti. Muhammad Ilham dikeler ke Mapolsek Balikpapan Utara untuk proses hukum.

Dalam kasusnya kali ini, Ilham dijerat Pasal 365 KUHP yang apabila terbukti bisa dikenakan sanksi pidana kurungan penjara selama lima tahun.

Menurut catatan kepolisian, Muhammad Ilham pernah melakukan tindak kriminalitas serupa beberapa tahun lalu. Pada kasus tersebut Muhammad Ilham diputus bersalah pada tahun 2019 lalu. (yor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.