Jangan Remehkan Omicron, Tiga Pasien Meninggal Tanpa Sempat Dirawat

David P

Balikpapan, helloborneo.com – Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty meminta masyarakat untuk tak meremehkan varian omicron. Terutama bagi kalangan lansia yang belum menjalani vaksinasi serta memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Andi menerangkan, meski omicron memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan varian delta, masyarakat diminta tak menyamakan penanganan pada kalangan lansia.

“Bagi lansia yang memiliki komorbid dan belum mendapatkan vaksinasi saya minta tetap dirawat di rumah sakit,” katanya.

Diakui olehnya, hampir setiap harinya ditemui kasus meninggal dunia pada pasien terkonfirmasi Covid-19. Rata rata mereka yang meninggal merupakan lansia, komorbid dan belum divaksin.

Bahkan, baru-baru ini lanjutnya, ada tiga kasus kematian akibat covid-19 lantaran lambat mendapat rujukan.

“Belum lama ini ada tiga pasien Covid-19 meninggal di IGD. Belum sempat mendapat perawatan sudah lebih dulu meninggal,” terangnya.

Salah satu faktor hingga terjadinya kasus kematian, lantaran masih banyak warga menilai gejala yang dialami pada fase kali ini lebih ringan. Sehingga pasien beranggapan tak memerlukan adanya rujukan ke rumah sakit.

Andi menambahkan, tingkat keterisian rumah sakit di Balikpapan saat ini sudah mencapai 40 persen. Sementara untuk tingkat keterisian fasilitas isolasi terpadu di Hotel Grand Tiga Mustika di angka 95 persen.

“Setiap hari memang ada yang ke luar, tapi ada terus yang masuk di Grand Tiga Mustika. Kalau untuk Asrama Haji, saat ini sudah ada 31 pasien yang menempati,” tutupnya. (yor)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses