Kantor Bahasa Kaltim Gelar Penulisan Kreatif Berbahasa Daerah Untuk Generasi Muda

Sophia A Razak

Pelatihan penulisan kreatif cerita anak berbahasa daerah untuk generasi muda di kota Balikpapan. (SAR)
Pelatihan penulisan kreatif cerita anak berbahasa daerah untuk generasi muda di kota Balikpapan. (SAR)

Balikpapan, helloborneo.com – Dalam rangka melestarikan aset bangsa dalam bentuk bahasa daerah, Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur menggelar pelatihan penulisan kreatif cerita anak berbahasa daerah untuk generasi muda di kota Balikpapan.

Sebanyak 25 orang peserta dari sejumlah komunitas dan penggerak literasi di kota Balikpapan mengikuti kegiatan pelatihan selama dua hari di Hotel Swiss Bell International di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Balikpapan. Setelah melakukan pelatihan tatap muka para peserta juga akan dipandu untuk menulis karya cerita anak berbahasa daerah secara daring pada akhir bulan Maret mendatang.

Dikatakan oleh Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur, Anang Santosa, pelatihan ini merupakan upaya pelestarian bahasa daerah yang menjadi identitas bangsa, pembentuk karakter bangsa, dan aset tak benda yang sangat penting.

“Perlindungan bahasa daerah ini juga salah satu tugas dan fungsi Kantor Bahasa. Ini salah satu wujud kegiatan kami. Revitalisasi bahasa daerah harapannya juga akan melahirkan  karya sastra berbahasa daerah yang berkualitas,” jelasnya, ketika di jumpai di Hotel Swiss Bell International Balikpapan, Selasa (15/03)

Ia menjelaskan program penulisan kreatif berbasis bahasa daerah bagi generasi muda ini sebelumnya telah digelar di kota Samarinda dan Tenggarong.

“Animonya sangat bagus, di Tenggarong berbagai komunitas dan pemangku kepentingan antusias mengikuti pelatihan ini. Para pelajar dan kalangan muda mahasiswa sangat aktif,” tegas Anang.

Ketika ditanya mengenai indikasi keberhasilan penggunakan bahasa daerah sebagai bahasa tutur di Kaltim, Anang berpendapat bahwa salah satu penanda yang kuat adalah gencarnya penggunaan bahasa daerah di kalangan anak muda.

“Kita liat generasi muda saat ini tidak banyak menuturkan bahasa ibu mereka. Hal tersebut bisa jadi terjadi karena beberapa faktor diantaranya adalah migrasi penduduk, perkawinan campur dan faktor orang tua yang jarang mewariskan bahasa daerah kepada anak-anaknya,” tambahnya.

Anang mengaku pihaknya sebagai motor penggerak pelestarian bahasa daerah kini sedang menunggu keberlanjutan dari sejumlah pelatihan yang telah digelar selama ini oleh Kantor Bahasa Provinsi Kaltim

“KIta sebagai motor penggerak, tentu menanti kelahiran karya sastra berbahasa daerah dari para generasi muda di Kaltim,” pungkasnya. (sop/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.