
David P
Balikpapan, helloborneo.com – 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini untuk mengingatkan kita akan perjuangan Kartini terhadap hak perempuan khususnya pada pendidikan dan semasa hidupnya.
Dalam peringatan Hari Kartini tahun ini, Bidang Pergerakan Sarinah DPK GMNI STT Migas Balikpapan, Enjelita Teressa menyoroti banyaknya kasus kekerasan seksual yang terjadi di dunia pendidikan sampai saat ini.
“Hari Kartini menjadi momentum kita untuk kembali membakar semangat juang para kaum perempuan dalam memerdekakan kesetaraan dalam pendidikan dan kehidupan bermasyarakat, karena sampai saat ini dunia pendidikan kita masih sering dinodai oleh oknum-oknum pelaku kekerasan seksual,” ujar Tessa.
Menyoroti tingginya kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan, Tessa menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya pemerintah untuk dapat memberikan ruang aman kepada semua orang agar dapat mengenyam dunia pendidikan tanpa takut akan mendapat perilaku kekerasan seksual.
“Harapan kami tentunya kita semua bisa memperoleh keadilan sosial dan rasa aman dalam ranah dunia pendidikan dan juga dalam kehidupan bermasyarakat,” sambungnya.
Tessa juga memberikan apresiasi kepada jajaran pemerintah khususnya DPR RI, yang baru saja telah mengesahkan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Dia juga berterima kasih seluruh elemen masyarakat yang telah berjuang mengawal RUU TPKS hingga menjadi UU.
“Apresiasi besar harus diberikan kepada Bapak/Ibu DPR yang telah berpihak ke masyarakat dengan mengesahkan RUU TPKS menjadi UU. Saya juga ingin berterima kasih kepada seluruh Gerakan rakyat yang telah berjuang bersama-sama secara konsisten dalam mengawal RUU TPKS hingga menjadi UU.” Tutupnya. (yor)
















