1.179 Napi Lapas Balikpapan diajukan Dapat Remisi Idul Fitri, Ini Syaratnya kata Kalapas

Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan Pujiono Slamet. (Foto: RoyMS/helloborneo.com)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Mendekati Idul Fitri 1443 Hijriah, 1.179 dari jumlah 1.300 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Balikpapan diusulkan mendapat remisi khusus.

Kepala Lapas Kelas IIA Balikpapan Pujiono Slamet membenarkan pengajuan remisi khusus Idul Fitri telah diajukan pihaknya ke Kementerian Hukum dan HAM baru-baru ini. Namun, sebelum diajukan mendapat remisi, warga binaan terlebih dahulu memenuhi sejumlah syarat yang ditentukan.

Pujiono mengatakan, salah satu syarat utama yang harus dipenuhi adalah napi yang ingin harus aktif dalam setiap program pembinaan di lapas. Penilaian keaktifan para napi itu dapat dipastikan melalui absensi di setiap kegiatan yang saat ini telah menggunakan finger print.

“Misalnya napi yang akan ke masjid, mereka harus absen sidik jari. Jadi benar-benar mereka yang aktif dalam pembinaan. Jadi ketahuan,” terangnya, Rabu (27/4).

Melihat secara jumlah, Pujiono menambahkan apabila hal tersebut menunjukan bahwa semua program berjalan dengan baik. Hal ini tak lepas dari faktor motivasi  yang diberikan oleh petugas lapas, sehingga napi dapat aktif dalam mengikuti program pembinaan.

“Syarat kedua adalah napi tidak melakukan pelanggaran hukum atau aturan yang berlaku di Lapas. Seperti berkelahi dan lain sebagainya. Sehingga napi yang memenuhi ketentuan tersebut itu kami usulkan untuk mendapatkan remisi khusus,” terangnya.

Adapun remisi atau pengurangan masa hukuman yang diajukan bervariasi mulai dari 15 hari hingga maksimal 2 bulan. Dari situ pula, Pujiono memastikan tidak ada warga binaan yang otomatis bebas meski telah mendapat potongan remisi khusus.

“Di momentum perayaan hari besar keagamaan, potongan masa hukuman yang diberikan itu maksimal selama dua bulan. Kalau remisi umum pada momentum Kemerdekaan 17 Agustus, itu maksimal 6 bulan, itu pun ada syarat tertentu lagi,” pungkas Pujiono. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.