Bankaltimtara Harus Edukasi Masyarakat Penajam Paser Utara

ES Yulianto

Kepala Cabang Bankaltimra Kabupaten Penajam Paser Utara, Ardianysah (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Bank Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) harus mampu melakukan edukasi pengelolaan keuangan secara baik melalui deposito sebagai solusi jangka panjang kepada masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara.

Untuk membantu pengelolaan keuangan menurut Kepala Cabang Bankaltimtara Kabupaten Penajam Paser Utara, Ardianysah saat ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis, pihaknya dituntut mampu mengedukasi masyarakat agar mendapatkan nilai lebih hingga menjaga uang dengan peluang meningkatkan jumlah uang melalui investasi.

“Tugas kami berusaha dari nol yang punya pola pikir ingin nabung atau investasi agar kelihatan pertambahan nilainya. Tapi untuk orang kaya baru tugas kami untuk mengedukasi,” ujarnya.

“Kalau ingin bunga lebih tinggi deposito, karena deposito itu bentuk investasi,” tambahnya.

Jika ingin mendapatkan keuntungan lebih masyarakat disarankan untuk melakukan deposito, nilainya mulai dari Rp1 juta hingga di atas Rp100 miliar dan suku bungan yang ditawarkan beragam mulai dari 2,25 persen hingga 2,50 persen sesuai jangka waktu deposito.

Masyarakat kabupaten Penajam Paser Utara dinilai telah “melek” atau memahami terhadap dunia perbankan, namun untuk saat ini sedikit yang memiliki deposito.

Ardiansyah mengkhawatirkan sebagian masyarakat yang mendapatkan rezeki “nomplok” atau besar setelah menjual tanah memiliki sifat konsumtif.

“Masyarakat sudah ‘melek’ perbankan, tapi kebanyakan di daerah ketika mendapatkan rezeki ‘nomplok’ pola hidup menjadi konsumtif seperti masyarakat di Kabupaten tuban pada awal 2021 yang dapat ganti rugi lahan dari Pertamina,”  jelasnya.

Data Bank Indonesia mencacat nilai deposito di Kabupaten Penajam Paser Utara mencapai lebih kurang Rp283 miliar pada 2021, dan Bankaltimtara pada triwulan II tahun ini (2022) menargetkan deposito sekitar Rp83 miliar.

Hingga 26 April 2022 capaian deposito mencapai sekitar Rp76 miliar jelas dia, nilai tersebut masih belasan miliar rupiah dari target triwulan II 2022 sekisar Rp86 miliar.

“Kalau target masih di bawah, target kami triwulan II tahun ini harus mencapai Rp86 miliar dan sekarang sudah Rp67 miliar masih kurang sekitar belasan miliar rupiah” kata Ardiansyah. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.