Kejari Penajam Tetapkan 1 Tersangka Dugaan Korupsi ADD Desa Sebakung Jaya

ES Yulianto

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Penajam, Mosezs Manulang. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Kejaksaan Negeri Penajam menetapkan satu tersangka atas dugaan kasus tindak pidana korupsi proyek pembangunan lapangan sepak bola di Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara.

Kepada helloborneo.com, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Penajam, Mosezs Manulang mengatakan bahwa penyelidikan dilakukan sejak 15 Juni 2021 atas dugaan kasus tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa dan alokasi dana desa untuk pembangunan lapangan sepakbola pada Desa Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara.

“15 Juni tahun 2021 penyelidikan dugaan kasus tindakan pindana korupsi pengelolaan dana desa dan alokasi dana desa untuk pembangunan lapangan sepakbola pada Desa Sebakung Jaya,” kata Mosezs, Selasa (26/07).

Setelah dianggap cukup Kejaksaan Negeri Penajam pada 12 Agustus 2021 menaikan statusnya kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan.

“Setelah itu kita tingkatkan ke penyidikan pada 12 Agustus 2021 dengan judul dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan dana desa dan alokasi dana desa untuk pembangunan lapangan sepak bola desa Sebakung Jaya tahun anggaran 2019,” terangnya.

Usai melakukan penyelidikan berdasarkan alat bukti, pemanggilan belasan saksi dan juga perhitungan kerugian negara oleh Perwakilan Badan Pengawas Keuangan Dan Pembangunan (BPKP) Kalimantan Timur di Kota Samarinda. Maka pada 26 Juli 2022 ini ditetapkan seorang pria berinisial HM.

“Berdasarkan hasil penyidikan umum sudah kita temukan alat bukti, kita sudah periksa semua saksi, perhitungan kerugian negara juga sudah selesai oleh BPKP di Samarinda, maka 26 Juli 2022 kita sudah melakukan penyidikan khusus dan kita sudah menetapkan tersangkanya yaitu Hambali,” tegas Mosezs.

HM disebutkan aktif sebagai anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Dugaan sementara HM melakukan pembelian tanah timbunan fiktif.

Dari hasil hitungan BPKP Kalimantan Timur kerugian negara diperkirakan mencapai Rp571.380.813

“Dimana yang bersangkutan aktif sebagai anggota Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) jadi dugaan ini adalah pembangunan lapangan dimana tanah timbunan ini pembeliannya fiktif. Kerugian perkiraan Rp571.380.813,” jelasnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka HM akan ditahan selama 20 hari di Polres Penajam Paser Utara untuk kemudahan pemeriksaan lebih lanjut.

“Itu juga rencana kita melakukan penahanan 20 hari kedepan terhitung sejak hari ini. Kita rencana di tahti Polres PPU karena ini juga masih tingkat penyidikan biar nanti lebih fleksibel melakukan pemeriksaan yang bersangkutan,” pungkasnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.