Upaya Penyesuaian Tarif, Perumda Air Minum Danum Taka Usulkan Subsidi

ES Yulianto

Direktur Perumda AMDT Abdul Rasyid bersama Dewan Pengawas Perumda AMDT Asdar al-Salam. (ESY)
Direktur Perumda AMDT Abdul Rasyid bersama Dewan Pengawas Perumda AMDT Asdar al-Salam. (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Danum Taka (Perumda AMDT) berupaya meringankan beban masyarakat. Pihaknya mengusulkan subsidi kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara rencana penyesuaian tarif.

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur nomor 500/K.162/2022 tentang Penetapan Besaran Batas Bawah dan Tarif Batas Atas Air Minum Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan timur tahun 2022 pada Maret 2022 lalu.

Serta Peraturan Kementerian Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemberian Subsidi Dari Pemerintah Daerah Kepada Badan Usaha Milik Daerah Penyelenggara Sistem Penyediaan Air Minum

Berdasarkan hal tersebut, Direktur Perumda AMDT Abdul Rasyid menodorong pemerintah untuk terlibat dalam penyesuaian tarif. Keterlibatan tersebut bisa dilakukan melalui peran pemerintah dengan menyetujui subsidi.

“Kami mendorong pemerintah daerah terlibat atas penyesuai tarif,” kata Abdul Rasyid, Senin (05/09).

Adanya usulan subsidi tersebut guna tidak membenani masyarakat akan penyesuaian tarif. Menurut Abdul Rasyid ditengah kondisi saat ini usai dihantam pandemik sangat tak rasional masyarakat dibebani penyesuaian tarif.

Penyesuaian tarif pun dianggap bukan kemauan dari Perumda AMDT, melainkan dari SK Gubernur Kalimantan Timur.

“Kalau tidak diberikan masyakaat harus bayar dengan tarif normal, kondisi saat ini kami juga berharap adanya bantuan berupa subsidi dari pemerintah,” ucapnya.

Disebutkan Abdul Rasyid risiko tidak adanya subsidi dari pemerintah daerah selain beban masyarakat bertambah, pula ada hal yang tidak akan dilakukan oleh Perumda AMDT.

“Kalau pemeliharaan dan kegiatan internal lainnya bisa dicover dari pendapatan yang sudah disubsidi. Namun skala besar seperti sambungan jaringan dan program MBR, akan kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah,” jelasnya.

Dari SK Gubernur Kalimantan Timur penyesuaian tarif akan mengalami pertumbuhan hingga 25 persen dari tarif yang bervariasi. Sedangkan usulan subsidi tersebut hanya diperuntukan untuk kalangan sosial dan rumah tangga.

“Sekitar 25 persen dari tarif yang bervariasi. Ini hanya berlaku kelompok 1 sosial umum dan khusus, kelompok 2 rumah tangga A1, A2 dan A3 sedangkan niaga dan perusahaan tidak dicover oleh subsidi. Jadi subsidi ini memang dirasakan oleh masyarakat saja,” tuturnya.

Dalam usulan subsidi, Perumda AMDT memperkirakan sekitar Rp 7 miliar. Sedangkan usulan tersebut mendapatkan respon baik dari Dewan Pengawas Perumda AMDT Asdar al-Salam.

Sesuai visi Perumda AMDT selalu berpihak kepada masyarakat. Adanya usulan subsidi sebagai upaya agar masyarakat tidak terbebani.

“PDAM berpihak kepada masyarakat. Supaya subsidi bisa dirasakan oleh masyarkat sendiri. Kita berharap untuk kepentingan masyarakat melalui subsidi agar masyarakat tidak terbebani,” imbuhnya. (log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.