Stok Kosong, Dinkes Balikpapan Khawatirkan Pemalsuan Sertifikat Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti. (Ist)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti. (Ist)

Roy MS

Balikpapan, helloborneo.com – Stok vaksin Covid-19 di Kota Balikpapan disebut kosong dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah situasi tersebut, dikhawatirkan muncul praktik pemalsuan sertifikat vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarti membenarkan hal tersebut. Kekosongan stok vaksin di Balikpapan bahkan masih berlangsung hingga Senin (31/10).

Ia menyampaikan, jika tidak ada keterlambatan atau kendala, distribusi vaksin ke Kota Balikpapan, akan dimulai kembali pada Selasa, 1 November 2022. Itupun hanya akan dipersiapkan khusus dosis ke 2 dan 3 atau booster.

“Besok (Selasa, 1/11) akan tersedia sejumlah 1.680 dosis. Jadi sesuai arahan Kemenkes, kita tidak menggunakan Pfizer yang datang untuk dosis 1,” jelasnya, Senin (31/10).

Setelah menerima stok vaksin, Dinas Kesehatan akan segera kembali menggeber vaksinasi secara terpusat. Salah satunya dilakukan di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) DOME.

Namun sebelum itu, Ia mengingatkan masyarakat agar waspada terkait praktik pemalsuan sertifikat vaksin. Kondisi kekosongan seperti saat ini menurutnya, tak menutup kemungkinan dimanfaatkan oknum tertentu untuk mencari keuntungan sesaat.

“Masyarakat jangan percaya atau jangan mengikuti, jika ada oknum yang menjanjikan bisa mendapatkan sertifikat vaksin tanpa disuntik,” serunya.

Memang sejauh ini belum ada laporan atau temuan mengenai praktik tersebut. Hanya saja Ia menegaskan, seruan tersebut sebagai upaya antisipasi.

“Jangan sampai masyarakat terikut-ikut, malah nanti terkena sanksi sesuai ketentuan perundangan,” tegasnya. (yor)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.