Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Meski dianggap telah memiliki permukiman yang sangat padat, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Balikpapan Yaser Arafat, meyakini ada peluang investasi properti dampak dari proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)
Menurut Yaser Arafat, sebagian Kota Balikpapan saat ini terbilang padat oleh pembangunan. Namun infrastruktur untuk menarik investasi properti telah terpenuhi. Terlihat Kota Balikpapan saat ini memiliki Bandara berstandar internasional yang mudah diakses.
“Kalau Balikpapan ada beberapa fasilitas seperti bandara, mall maupun dari infrastruktur cukup rapi,” ujarnya.
Peluang investasi dengan hadirnya IKN di Kalimantan Timur tentu banyak terbuka. Meski Kota Balikpapan dianggap oleh sebagian orang telah over load, Yaser Arafat berkeyakinan bahwa Kota Balikpapan memiliki peluang investasi yang luar biasa.
Menurutnya, kawasan di Kecamatan Balikpapan Utara masih belum banyak tersentuh. Peluang tersebut pun terbuka untuk investasi properti.
Dengan terwujudnya jembatan Pulau Balang membuat Kota Balikpapan memiliki nilai tawar lebih. Perjalanan dari Kota Balikpapan ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN akan semakin dekat.
“Biar kata over load, ada beberapa segmen di Balikpapan Utara masih terbuka. Apalagi konektivitasnya jembatan Pulau Balang itu terjalin nyambung ke Penajam,” kata Yaser Arafat.
Akui pula bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memiliki kawasan yang belum terjamah oleh pembangunan properti. Namun hal tersebut dianggap sulit menggeser Kota Balikpapan dengan tingkat hunian yang tinggi.
“Mungkin menengah ke atas dan pejabat akan memilih di Balikpapan. Saya lebih yakin akan suka tinggal di Balikpapan dibandingkan Penajam. Sampai pada akhirnya ada investor yang bisa bangun trigger pusat perekonomian di PPU,” pungkasnya. (log)

















