Disbudpar Kabupaten PPU Gelar Pelatihan Pemandu Wisata Goa

Edy Suratman Yulianto

Kepala Disbudpar Kabupaten PPU, Andi Israwati Latief (Tengah). (ESY)
Kepala Disbudpar Kabupaten PPU, Andi Israwati Latief (Tengah). (ESY)

Penajam, helloborneo.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar pelatihan pemandu wisata goa bagi masyarakat sebagai upaya pengembangan kepariwisataan di serambi nusantara.

Kepala Disbudpar Kabupaten PPU, Andi Israwati Latief mengatakan Kabupaten PPU mempunyai sejumlah potensi untuk berwisata dengan beragam pilihan.

“Kabupaten PPU memiliki potensi wisata baik wisata bahari, wisata alam, wisata seni budaya dan wisata sejarah,” Kata Andi Israwati Latief, Selasa (13/6/2023).

Dengan adanya pelatihan yang ada saat ini, dianggap mampu mengembangkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM). Harapannya bisa mendorong pemandu wisata yang sehingga destinasi wisata Kabupaten PPU terbilang unggul.

“Dengan pengembangan potensi yang saat ini kita miliki, kita berharap nantinya Kabupaten PPU dapat menjadi salah satu daerah destinasi wisata yang terkemuka baik lokal maupun mancanegara,” ujarnya.

Keberhasilan pembangunan kepariwisataan di Kabupaten PPU juga dilihat memerlukan peran dan kontribusi dari semua pihak, baik dari unsur pemerintah, swasta, maupun elemen masyarakat hingga pelajar.

Kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pengembangan pariwisata melalui pemandu wisata. Menurutnya menjadi pemandu wisata menjadi sebagian profesi yang bisa menghasilkan cuan.

“Untuk itu, kepada peserta pelatihan setelah selesai mengikuti kegiatan ini kiranya dapat lebih berperan aktif dalam mensosialisasikan dan memandu ekowisata yang ada,” ucapnya.

Upaya untuk mempromosikan objek-objek wisata yang ada di Kabupaten PPU juga diharapkan dapat dilakukan oleh para peserta dalam kesempatan apapun dan media apapun. Kesadaran merawat objek wisata juga turut di singgungnya sebagai bentuk kesadaran lingkungan.

“Hal penting lainnya, jagalah kebersihan, keamanan, ketertiban khususnya di lokasi objek wisata dengan tidak melakukan tindakan vandalisme atau merusak dan bercoret-coret lingkungan di sekitar objek wisata,” pungkasnya. (adv/log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses