Edy Suratman Yulianto

Penajam, helloborneo.com – Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tidak membantah adanya peristiwa yang diduga akibat pencemaran, sehingga ditemukan ikan mati di Sungai Tunan, Minggu (18/02/2024) lalu.
Dijelaskan oleh Kepala Bidang Penguatan Daya Saing Perikanan DKP Kabupaten PPU, Amirullah dari hasil tinjauan (21/02/2024) lalu, ditemukan ikan sidat dan ikan baung dalam keadaan mati. Selain itu juga terlihat kondisi ikan mati dalam keadaan busuk, berbau dan berbelatung.
“Hasil tinjauan saya di Sungai Tunan pada hari rabu. Kami menemukan banyak kematian ikan, seperti ikan sidat dan ikan baung. Kondisi ikan mati sudah busuk dan berbau serta ada belatungnya,” jelas Amirullah, Selasa (27/02/2024).
Selain DKP Kabupaten PPU, ada pula pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PPU yang ikut meninjau peristiwa tersebut di Sungai Tunan, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU.
“Pada hari kamis nya, teman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PPU juga turun ke lapangan,” terangnya.
Amirullah menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perikanan Provinsi Kalimantan Timur untuk mengambil sampel air. Hasil uji sampel tersebut diperkirakan baru bisa diketahui setelah 14 hari kerja sejak 23 Februari 2024 lalu.
“Hari jumat nya ada teman dari Bidang Budidaya Dinas Perikanan Provinsi bagian kesehatan ikan dan lingkungan, mengambil sampel air untuk diuji sampelnya di Baristand Samarinda, butuh 14 hari kerja sampe hasil uji labnya keluar,” ungkapnya. (adv/kmf/log)

















