Penajam Belum Miliki Data Penyandang Autis

L Gustian

Meski Berkebutuhan Khusus, Para Remaja Ini Mampu Menari dengan Indah (Iskandar – Humas)

Meski Berkebutuhan Khusus, Para Remaja Ini Mampu Menari dengan Indah (Iskandar – Humas)

Penajam, helloborneo.com – Autisme adalah satu dari kelompok gangguan spectrum auitis ( (Autism Spectrum Disorder) yang merupakan gangguan perkembangan otak yang memiliki cirri hambatan dalam interaksi sosial, komunikasi serta perilaku terbatas dan cenderung repetitive.

Umumnya individu autis memiliki kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain dan bersosialisasi , hasil survey yang diambil dari beberapa negara menunjukkan bahwa 2-4 anak per 10.000 anak berpeluang menyandang autis, dengan rasio perbandingan 3:1 untuk anak laki-lakidan perempuan.

Dalam acara memperingati Hari Autis Se-dunia Tahun 2015, Forum Peduli Anak Berkebutuhan Khusus menggelar acara Walk For Autism 2015, dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Setkab Penajam Paser Utara (PPU) Suyanto di Aula Lantai 1 Kantor Bupati PPU Minggu (12/4).

“Peringatan Hari Autis Se-dunia yang diselenggarakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Kabupaten PPU,” kata Suyanto.

Ditambahkahnya, atas nama pemerintah menyambut baik kegiatan oleh Forum Peduli Anak Berkebutuhan Khusus yang serius serta konsen mendatangkan pembicara Dwi Prayoga dari Junior Chamber Internasional selaku Eksekutif Presiden.

Di Indonesia perkembangan autism semakin meningkat, pada 2012 menunjukkan peningkatan hingga prevalensinya menjadi 1,68 dari 100 kelahiran, bila jumlah anak diusia tersebut berdasarkan data BPS sekitar 66 jiwa, maka diperkirakan ada sekitar 112.000 anak penyandang autis di Indonesia.

Sementara itu untuk Kabupaten PPU hingga kini belum ada data yang valid berapa jumlah penyandang autis. “Saya berharap Forum Peduli Anak Berkebutuhan Khusus Kabupaten PPU bersama instansi terkait dapat melakukan pendataan terhadap anak berkebutuhan khusus, utamanya para penyandang autis, agar kita memiliki data yang pasti,” ujar Dwi Prayoga.

Sementara itu salah satu wali anak penyandang autis Jimmy Daniel mengatakan, memang teramat berat tugas seorang guru mengajar disebuah sekolah yang muridnya mempunyai kekurangan atau keterbelakangan. “Dibutuhkan kesabaran dan tahap per tahap agar berhasil,” kata Jimmy.(log)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.