Dispenda Paser Raih 20 Persen Target PAD

Cak Ris

 

Kepala Dispenda Paser H Suwardi (kiri) menjadi moderator dalam sosialisasi optimalisasi pemungutan dan penggalian potensi pajak dan retribusi dengan menggandeng Dadang Budihartono narasumber Dirjen Perimbangan Keuangan (Cak Ris - Hello Borneo)

Kepala Dispenda Paser H Suwardi (kiri) menjadi moderator dalam sosialisasi optimalisasi pemungutan dan penggalian potensi pajak dan retribusi dengan menggandeng Dadang Budihartono narasumber Dirjen Perimbangan Keuangan (Cak Ris – Hello Borneo)

Paser, helloborneo-com – Memasuki caturwulan pertama 2015, Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur berhasil menghimpun 20 persen pemasukan dari target pendapatan asli daerah atau PAD Rp90 Miliar.

Kepala Dispenda Suwardi mengungkapkan, pendapatan dihimpun dari berbagai sumber, mulai dari Pajak Bumi Bangunan(PBB), P2 dan BPHTB serta berbagai sumber pendapatan lain.

Diungkapkan Suwardi, untuk memenuhi target tersebut pihaknya berupaya optimalkan pendapatan mulai dari pajak daerah, retribusi, dan pengelolaan kekayaan daerah, serta pendapatan sah lainnya dengan mengintensifkan sosialisasi kepada wajib pajak.

“Target PAD tahun ini Rp 90 Miliar. Sudah mencapai 20 persen lebih,” kata Suwardi disela gelaran Sosialisasi Optimalisasi Pemungutan dan Penggalian Potensi Pajak dan Retribusi Daerah di Pendopo Kabupaten Paser, Kamis.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan validasi data wajib pajak di wilayah Paser dan berkoordinasi dengan beberapa pihak lain untuk meningkatkan pendapatan asli daerah dari sector retribusi dan juga pemasukan lainnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga menggali beberapa potensi yang bisa dikenai pajak, seperti pajak hiburan, pajak hotel, pajak restoran atau catering. Karena jika hal tersebut digali lebih dalam bisa meningkatkan pendapatan daerah diluar dari dana perimbangan dan bantuan dari pusat. (ris/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.