Kemendikbud Pakai Data lama Salurkan Bantuan Siswa Kurang Mampu

AH Ari B

 

Siswa sekolah dasar Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman - Hello Borneo)

Siswa sekolah dasar Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Kemetarian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam menyalurkan bantuan untuk siswa kurang mampu, kata Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Marjani, masih menggunakan hasil pendataan siswa kurang mampu tahun 2008-2009 sehingga tidak tepat sasaran.

“Program nasional bantuan bagi siswa kurang mampu yang dilaksanakan Kemendikbud tidak tepat sasaran, karena pemberian bantuan itu masih mengacu pada data siswa kurang mampu yang belum diperbaharui atau data lama,” jelas Marjani, di Penajam, Rabu.

Kemendikbud dalam menyalurkan bantuan yang bertujuan untuk membantu siswa kurang mampu agar bisa terus melanjutkan sekolah itu, lanjutnya, masih menggunakan  hasil pendataan siswa kurang mampu periode tahun 2008-2009. Sehingga banyak siswa kurang mampu di Kebupaten Penajam Paser Utara belum mendapatkan bantuan tersebut.

“Pencairan bantuan siswa kurang mampu tahun 2014, banyak siswa urang mampu di kabaupaten ini yang telah diusulkan sekolah melalui Disdikpora belum mendapatkan bantuan itu,” ungkap Marjani.

Ia menjelaskan, penerima bantuan siswa kurang mampu tesebut adalah siswa yang telah mendapatkan kartu perlindungan sosial atau KPS yang ditetapkan Kemendikbud melalui hasil monitoring dan evaluasi (monev) tahun 2008-2009. Padahal, diantara siswa tersebut, saat ini sudah berganti status menjadi mampu atau sudah lulus sekolah.

Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, kata Marjani, meminta Kemendikbud melakukan evaluasi kembali terhadap para siswa pemegang KPS tersebut. karena dari 2.000 usulan siswa kurang mampu tingkat SD dan SMP di Kabupaten Penajam Paser Utara baru terakomodir 50 persen.

“Tingkat SMA/SMK baru 325 siswa kurang mampu yang menerima bantuan itu dari total 570 siswa yang tergolong kurang mampu,” ucapnya.

Bantuan bagi siswa kurang mampu yang disalurkan Kemendikbud, tambah Marjani, untuk memenuhi kebutuhan baju seragam, buku tulis dan sepatu serta biaya transportasi yang tidak ditanggung dana bantuan operasional sekolah (BOS).

“Besaran bantuan untuk siswa kurang mampu itu, SD dan SMP sebasar Rp370 ribu per tahun, sedangkan SMA dan SMK mencapai sekisar Rp500 ribu sampai Rp600 ribu per tahun,” ungkapnya. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.