Ketertinggalan Desa dan Kelurahan, Ketertinggalan Kabupaten

Suherman

 

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ menanam pohon usai membuka kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (GN-BBGRM) ke-12 (Suherman - Hello Borneo)

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ menanam pohon usai membuka kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (GN-BBGRM) ke-12 (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Ketertinggalan pembangunan yang dialami oleh suatu desa dan kelurahan, kata Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Mustaqim, pada hakekatnya merupakan ketertinggalan pembangunan kabupaten.

“Ketertinggalan pembanguan desa dan kelurahan, merupakan ketertinggalan pembangunan kabupaten,” kata Mustaqim MZ, usai membuka kegiatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (GN-BBGRM) Ke-12, di Penajam, Senin

Menurutnya, berbagai kesenjangan yang ada dimasyarakat, harus dihilangkan sehingga prinsip pembangunan dari, oleh dan untuk rakyat harus dapat diwujudkan. Sehingga kegiatan gotong royong yang telah dilakukan turun oleh masyarakat harus terus digalakan dan dilaknjutkan sehingga menciptakan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan penuh kekeluargaan.

Untuk melestarikan budaya gotong royong, kata Mustaqim, masyarakat harus saling bahu membahu menjaga kekompakan, sehingga program pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah mudah diarahkan dan direalisaikan.

“Lestarikan semangat gotong royong, dalam rangka menciptakan masyarakat yang aktif dalam pembangunan disegala bidang,” katanya.

GN-BBGRM dalam pelaksanaan pembangunan desa dan kelurahan, tambah Mustaqim, mampu mendorong peran serta masyarakat desa untuk mengedepankan budaya gotong royong dalam mengisi pembangunan. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.