Komisi II DPRD Gelar RDP Terkait Bimtek

Restu Bumi

 

Ketua Komsis II DPRD Penajam Paser Utara, Syamsuddin Ali (Bagus Purwa - Hello Borneo)

Ketua Komsis II DPRD Penajam Paser Utara, Syamsuddin Ali (Bagus Purwa – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Komisi II DPRD Peajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menggelar rapat dengar pendapat (RDP), bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat membahas permasalahan bimbingan teknis atau Bimtek para tenaga pendidik.

“Banyak permasalahan yang terjadi pada pelaksanaan Bimtek, diantaranya peserta yang hadir tidak sesuai dengan daftar dalam laporan serta terjadi pembengkakan anggaran dalam laporan keuangan,” jelas Ketua Komisi II DPRD Penajam Paser Utara, Syamsuddin Ali, menjelaskan alasan Bimtek digabung dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD), di ruang rapat gedung DPRD Penajam Paser Utara, Kamis.

Selain permasalahan kehadiran peserta, lanjutnya, juga terjadi manipulasi atau percepatan waktu kegiatan. Dimana Bimtek yang seharusnya dilaksanakan tiga hingga lima hari, hanya dilaksanankan dua hari. Sehingga menjadi temun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Masalah Itu yang membuat BPK memberikan opini WDP (wajar dengan pengecualian) untuk laporan keuangan Kabupaten Penajam Paser Utara,” ungkap Syamsuddin Ali.

“Dari permasalahan yang terjadi itu Bimtek kami jadikan satu dengan BKD. Jadi kami tidak pernah mencoret Bimtek dalam usulan anggaran,” tegasnya.

Komisi II DPRD Penajam Paser Utara, kata Syamsuddin Ali, juga mengusulkan Bimtek itu dilaksanakan di daerah dengan mengundang narasumber pemberi materi Bimtek ke Penajam Paser Utara, untuk penghematan anggaran.

“Tidak perlu lagi memberangkatkan peserta Bimtek ke luar daerah, pemateri saja yang diundang ke Penajam Paser Utara sehingga lebih menghemat anggaran,” ujarnya.

Wakil Ketua Komsi II DPRD Penajam Paser Utara, M Andi Yusuf membenarkan, Komisi II tidak pernah mencoret usulan program terkait peningkatan sumber daya manusia (SDM). Namun, karena ada program skala prioritas sehingga sebagian anggaran Bintek dialihkan untuk program skala prioritas tersebut.

“Kami selalu mendukung program yang sifatnya membangun SDM, silahkan guru pengawas mengajukan rancangan anggaran keuangan (RAK) sehingga bisa kami ajukan anggaran untuk tahun depan,” katanya.

Dalam RDP tersebut , hadir Pelaksana harian (Plh) Kepala Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara , Marjani serta para guru pengawas tingkat SD, SMP dan SMA. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.