Penajam Diminati Investor Penyiaran

Iskandar – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Penajam, helloborneo.com – Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, kata Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah atau (KPID ) Kalimantan Timur (Kaltim), Zainal Abidin, merupakan salah satu daerah yang sangat diminati sejumlah investor di bidang penyiaran.

“Penajam Paser Utara berdekatan dengan Balikpapan adalah daerah yang sangat diminati oleh sejumlah investor yang begerak di bidang penyiaran,” ungkap Zainal Abidin, pada Sosialisasi Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Lembaga Penyiaran, di Aula Hotel Sekumpul, Rabu.

“Kami berharap instansi terkait di Penajam Paser Utara dapat menyikapi dan mengakomodir legalitas penyiaran di daerah ini. KPID Kaltim lebih mendorong untuk menggiatkan lembaga penyiaran publik karena lebih independen,” katannya.

Undang-undang Nomor 32, Tahun 2002 tersebut diterbitkan, lanjut Zainal, kerena dilihat selama ini lembaga penyiaran sudah tidak terakomodir dengan semakin kompleksnya penyiaran, dimana banyak stasiun penyiaran yang tidak memiliki izin.

“Saat ini di Kaltim terdapat sekitar 15 stasiun televisi dan akan bertambah menjadi 27 stasiun televisi,” jelasnya.

Kabid Penyiaran Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara, Wagiman mengatakan, menyambut baik sosialisasi undang-undang penyiaran tersebut, karena dapat memberikan manfaat sehingga peserta sosialisi memahami tugas-tugas penyiaran.

“Lembaga penyiaran harus bersifat edukasi, informasi dan hiburan yang bermanfaat, serta sebagai lembaga kontrol sosial dimasyarakat,” katanya.

Selain itu lembaga penyiaran, kata Wagiman, juga harus memiliki fungsi ekonomis dan kebudayaan, untuk memperkokoh integritas nasional dan membentuk watak serta karakter bangsa berbasis nasional, yang beriman dan bertakwa, mencerdaskan kehidupana bangsa yang mendorong kepada kesejahteran bangsa.

“Lembaga penyiaran harus menyajikan muatan siaran yang sehat dan bermanfaat, serta mampu mengelola dan memanajemen program penyiaran dengan baik dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengelola lembaga secara profesional,” jelasnya.

“Materi penyiaran harus mengandung unsur informasi yang positif dan edukatif, harus bisa menjadi pemberdayaan publik, bukan hanya sekedar hiburan semata ,” tambahnya. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.