Yusran Aspar Paparkan UPT PU di Sidoarjo

Subur – Setkab Penajam Paser Utara

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar, ketika memaparkan program UPT PU Kecamatan pada pameran dan simposium inovasi pelayanan publik tingkat nasional, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Subur - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar, ketika memaparkan program UPT PU Kecamatan pada pameran dan simposium inovasi pelayanan publik tingkat nasional, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Subur – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Yusran Aspar memaparkan program Unit Pelaksana Teknis Pekerjaan Umum (UPT PU) Kecamatan, ketika menjadi pembicara pada pameran dan simposium inovasi pelayanan publik tingkat nasional, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (16/6).

“Kabupaten Penajam Paser Utara adalah daerah pemekaran yang baru berusia 13 tahun, tapi terus melakukan percepatan pembangunan yang langsung bersentuhan dengan rakyat,” kata Yusran Aspar.

“Sebagai kabupaten baru pembangunan disegala bidang belum ada, salah satunya infrastruktur jalan yang masih sangat terbatas, padahal jalan merupakan faktor penentu terwujudnya pembangunan suatu daerah,” jelasnya.

Pada saat menjadi pejabat (Pj) Bupati di Kabupaten Penajam Paser Utara 2002 silam, lanjut Yusran Aspar, melakukan perbaikan kesejahteraan seluruh masyarakat dengan berbagai program pembangunan yang langsung bersentuhan dalam masyarakat.

Program yang langsung bersentuhan dengan rakyat tersebut, yaitu membuka perkebunan sawit rakyat. Pemerintah daerah menyediakan lahan seluas dua haktare kepada masing-masing petani atau kelompok tani di Penajam Paser Utara dengan total lahan yang dibagikan mencapai 8.000 haktare.

“Kami sadar saat itu pembangunan Penajam Paser Utara sangat minim, sehingga sehingga jika pembangunan tidak tepat, maka akan berdampak bagi percepatan pembangunan. Tapi kebun sawit rakyat terus berkembang, bahkan telah mencapai hingga 25.000 hektare,” ungkap Yusran Aspar.

“Permasalahan lainnya belum adanya jalan pertanian yang memadai di wilayah Penajam Paser Utara untuk mengangkut sawit yang ada di perkebunan itu. gambaran itu yang melatar belakangi gagasan membentuk UPT PU Kecamatan,” jelasnya.

Menurut Yusran Aspar, untuk melakukan pembangunan, termasuk pembangunan jalan masih terkendala panjangnya alur birokrasi proses admnistrasi yang harus dilakukan masyarakat. Bahkan masyarakat ada yang menunggu sampai tujuh tahun untuk membangun jalan pertanian.

“Pembangunan harus melalui musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) desa, proses lelang dan sebagainya, padahal kebutuhan masyarakat sangat mendesak,” ujarnya.

Dengan adanya UPT PU Kecamatan tersebut, kata Yusran Aspar, masyarakat atau kelompok masyarakat tinggal mengajukan permohonan kepada kecamatan. Selanjutnya camat memerintahkan UPT PU untuk melakukan insvestigasi dilapangan, kemudian dikerjakan oleh UPT yang memang telah dilengkapi dengan sejumlah alat berat.

“Dalam beberapa bulan UPT PU Kecamatan telah mampu membangun ratusan kilo jalan baru, perbaikan jalan serta perbaikan draenase dan sebagainya,” katanya.

Sejumlah daerah di Indonesia mengapresiasi UPT PU Kecamatan gagasan Bupati Penajam Paser Utara tersebut, bahkan sejumlah daerah akan datang dan belajar ke Penajam Paser Utara terkait UPT PU Kecamatan.

Pameran dan simposium inovasi pelayanan publik tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) dikuti bupati dan walikota yang merupakan juara dan finalis “United Nation Public Service Award” (UNPSA) 2015 serta TOP 99 Kompetisi Inovasi  Pelayanan Publik (Sinovik) 2015.

Sebanyak 250 gerai yang diisi juara dan finalis UNPSA 2015 dan Top 99 Sinovik Publik 2015 ikut memeriahkan kegiatan yang bertujuan memperkenalkan dan mempromosikan inovasi pelayanan publik dari Kementerian, Lembaga, pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota  di seluruh tanah air.

Selain Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar. Guru Besar FISIP Universitas Indonesia, yang juga mantan Wakil Menteri PAN RB, Eko Prasojo, juga menjadi pembicara pada acara tersebut. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.