Banyak PNS Penajam Gadaikan Barang Jelang Lebaran

Suherman

 

 

Warga mengantre di Pegadaian Cabang Penajam Paser Utara (Suherman - Hello Borneo)

Warga mengantre di Pegadaian Cabang Penajam Paser Utara (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Pimpinan Pegadaian Cabang Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sapto Nugroho mengungkapkan, sekitar 30 persen dari jumlah warga yang mengadaikan barang menjelang Hari Raya Idul Fitri 1346 Hijriyah dari kalangan pegawai negeri sipil (PNS).

“Dari total warga yang melakukan gadai barang jelang lebaran tahun ini (2015) sekitar 30 persen merupakan PNS,” kata Sapto Nugroho, di Penajam, Rabu, namun tidak berkenan menyebutkan total warga yang meenggadaikan barang jelang lebaran tersebut.

Ia mengungkapkan, jumlah warga yang menggadaikan barang ke pegadaian di Kabupaten Penajam Paser Utara dari kalangan PNS cukup tinggi, dibanding di Kabupaten Paser yang hanya mencapai 20 persen . Sedangkan warga lainnya yang menggadaikan barang ke pegadaian dari kalangan nelayan dan pedagang.

“Jumlah warga yang menggadaikan barang meningkat saat puasa sampai jelang lebaran, sebagian besar warga menggadaikan perhiasan untuk mencukupi kebutuhan Lebaran,” jelasnya.

Barang yang banyak digadaikan dari kalangan PNS tersebut, menurutnya, berupa barang perhiasan emas. Dari data menyebutkan, PNS mulai menggadaikan barang ke pegadaian tersebut dari awal bulan puasa Ramadhan hingga menjelang lebaran.

“Sekitar 80 persen barang yang digadaikan PNS itu adalah perhiasan emas yang digunakan sebagai jaminan pinjaman,” kata Sapto Nugroho.

Namun menjelang lebaran, tambahnya, ada sebagain PNS yang menebus barang yang digadaikan di pegadaian, karena barang perhissan yang digadaikan tersebut akan digunakan saat merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Antrean mulai pagi, ada beberapa PNS yang melakukan tebusan, yang barang ditebus kebanyakan perhiasan emas yang biasanya akan dipakai saat lebaran,” jelas Sapto Nugroho.

Meningkatnya kebutuhan Lebaran, disikapi sejumlah warga yang memiliki kemampuan ekonomi terbatas dengan mengadaikan barang-barang berharga miliknya. Pilihan tersebut banyak diambil masyarakat ketimbang menjual barang.

Pasalnya, jika hanya digadaikan barang tersebut masih bisa dimiliki atau bisa ditebus kembali. Jelang Lebaran tidak hanya kebutuhan dapur yang meningkat, namun juga kebutuhan sandang. Terlebih bagi warga yang ingin mudik ke kampung halaman tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.