Tak Dapat Anggaran DKP Paser Terpaksa Kasbon

Ajang Araya
MAKIN PARAH. Kabid Kebersihan DKP Paser Tatang Apdimas, saat memperlihatkan sarana prasaran milik mereka yang sudah rusak (Ajang Araya - Hello Borneo)

MAKIN PARAH. Kabid Kebersihan DKP Paser Tatang Apdimas, saat memperlihatkan sarana prasaran milik mereka yang sudah rusak (Ajang Araya – Hello Borneo)



Tana Paser, helloborneo.com - Baru 8 bulan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Paser, Kalimantan Timur, (Kaltim) pisah dari Dinas Cipta Karya. Cobaan dan kendala datang bertubi-tubi. Salah satu kendala terbesar ialah, tak adanya anggaran untuk biaya pemeliharaan, pembelian peralatan. Bahkan petugas pengakut sampahpun terancam tak terima gaji.

Kepala bagian (Kabid) Kebersihan, DKP Paser, Tatang Apdimas yang dikonfirmasi helloborneo.com menuturkan, kalau pihaknya saat ini sedang terkendala anggaran. Pasalnya anggaran yang mereka ajukan, hanya sedikit yang disetujui. Sehingga di pertengahan tahun ini. Pihaknya harus berutang sana-sini.

“Kalau mau tahu, tahun ini kami tidak ada dapat anggaran pemeliharaan dan pembelian peralatan. Bahkan untuk uang BBM saja kami hanya mendapatkan jatah hingga bulan Agustus ini,” ucapanya.

“Kami sudah mengajukan anggaran, namun tidak menjadi prioritas. Sehingga beberapa bulan kedepan kami harus berupaya mencari solusi,” terang Tatang.

Tatang juga mengakui, kalau sementara ini pihaknya harus kasbon sana-sini untuk memenuhi kebutuhan operasional. Bahkan petugas pengakut sampah terancam tidak menerima gaji dan mobil pengakut sampah tak bisa beroperasional, bila tak mendapatkan anggaran atau suplai dana bantuan.

“Kami masih berusaha, sampai sejauh ini untuk memenuhi biaya operasional.  Namun untuk kedepannya bulum bisa di pastikan. Bahkan petugas kami pun terancam tak menerima gaji,” ungkapnya.

Tak hanya itu persoalan sarana dan prasarana banyak mengalami kerusakan, membuat pihaknya harus semakin berfikir lebih keras. Pasalnya banyak TPS yang tak layak pakai dan beberapa kendaraan oprasional sudah rusak.

“Karena tidak adanya anggaran tahun ini, maka untuk peralatan tak bisa kami perbarui, bahkan untuk perawatan saja tidak ada,” tutur Tatang sembari melihatkan foto-foto peralatan yang rusak.

Namun Tatang mengatakan, kalau pihaknya tetap berusaha semaksimal mungkin. Agar program-program dari DKP bisa terwujud.

“Kami terus berupaya, semoga tahun depan kami bisa mendapatkan anggran untuk peralatan dan pewatan,” tutupnya. (log)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.