Wabup Penajam : Ramadhan Ada Nilai Kedisiplinan

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ (Subur - Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ (Subur – Humas Setkab Penajam Paser Utara)

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara. Kalimantan Timur, Mustaqim MZ mengatakan, pada bulan suci Ramadhan terdapat hikmah bagi seluruh manusia, salah satunya pegawai negeri sipil (PNS), yakni kedisiplinan.

“Ibadah yang dilaksanakan di bulan Ramadhan telah mengajarkan umat muslim untuk bersikap disiplin, ikhlas, sabar, dan bertanggung jawab. Nilai positif itu hendaknya selalu dijaga setelah Ramadhan,” Kata Wabup Mustaqim MZ, disela-sela apel sore di lingkungan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara, beberapa waktu lalu.

Ketaqwaan manusia , menurut Wabup, bukan hanya diukur ketika bulan Ramadhan, namun ketaqwaan terus dilakukan pada sebelas bulan berikutnya dan seterusnya. Justru kaum beriman harus menunjukkan derajat ketaqwaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ketika menjalani ibadah puasa.

“Perlu dilakukan introspeksi menilai diri masing-masing, apakah ketaqwaan itu telah tampak dengan nyata dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Apakah perjalanan hidup selalu melalui jalan yang lurus, dengan melaksanakan tugas kehidupan yang halal, dan menjauhi segala sesuatu yang haram, sesuai dengan perintah dalam agama,” katanya.

Mustaqim mengatakan, manusia perlu melakukan introspeksi terus menerus terhadap diri sendiri. Introspeksi tersebut dilakukan secara konsisten sehingga mengurangi kecenderungan untuk melakukan perbuatan-perbuatan dosa dalam berbagai bidang kehidupan.

Ibadah puasa yang dijalani seorang muslim, tambahnya, akan berdampak positif, selain memperoleh pahala dari Allah SWT, juga terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan. Perubahan perilaku yang sebelumnya kurang disukai oleh lingkungan sekitar harus dilakukank.

“Setelah usainya puasa dapat merubah perilaku dengan meningkatkan daya kerja untuk kepentingan bangsa dan negara. Alangkah indahnya bulan Ramadhan, bila semua umat Islam mengubah perilakunya yang buruk menjadi baik, bahkan semakin baik pada masa-masa yang akan datang,” jelasnya. (adv/bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.