Ada Malam Puisi di Waroeng Keroncong Penajam

Suherman – Ady Kutu

Amien pemilik Waroeng Keroncong di Jalan Raya Provinsi kilometer 17 Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman - Hello Borneo)

Amien pemilik Waroeng Keroncong di Jalan Raya Provinsi kilometer 17 Kabupaten Penajam Paser Utara (Suherman – Hello Borneo)

Penajam helloborneo.comMalam Puisi ke-12 Penajam, digelar di Waroeng Keroncong di Jalan Raya Provinsi kilometer 17 Girimukti – Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada 5 Oktober 2015.

“Waroeng Keroncong ingin menggabungkan malam puisi melalui bisnis café dan resto,” kata pemilik Waroeng Keroncong, Amien, saat ditemui di Penajam, Minggu.

Malam puisi tersebut menurutnya, merupakan bentuk apresiasi karya sastra untuk memerdekakan semangat pemuda dalam mengapresiasikan hasil  karya yang dituangkan dalam intonasi suara dan gerak serta memiliki nilai edukasi yang bermakna.

Di Benua Taka atau di Kabupaten Penajam Pser Utara kata Amien, butuh sebuah tempat untuk berkarya melalui seni, salah satunya adalah bagi seniman puisi. Dan malam puisi dipadu dengan alunan lagu keroncong akan memiliki keindahan  luar biasa.

Pembacaan puisi yang dipadu dengan alunan music keroncong tersebut, tambahnya. Menjadi inspirasi Waroeng Keroncong memfasilitasi seniman puisi menghiasi waroeng yang berkonsep minimalis dan unik melalui malam puisi.

“Saya siap mendukung malam pusi yang selalu digelar di Kabupaten Penajam Paser Utara,” kata Amien yang juga sebagai Ketua Keroncong Penejam Paser Utara tersebut.

Ditempat terpisah penggerak Malam Puisi Penajam, Lovie Gustian dan Ady Kutu mengatakan memang akan kembali mengadakan kegiatan malam puisi. “Untuk mengobati kerinduan para pencinta sastra yang ingin kembali kegiatan ini diadakan, jadi datang, dengar, dan bacakan puisi. Puisi ini bisa karya sendiri, karya orang lain dan bebas ingin menampilkan dengan gaya apapun,” pungkasnya. (bp/rol) 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.