Chevron Belum Berikan Kontribusi ke Penajam

Bagus Purwa

 

Wakil Ketua DPRD Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sudirman (Suherman - Hello Borneo)

Wakil Ketua DPRD Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sudirman (Suherman – Hello Borneo)

Penajam helloborneo.com – Wakil Ketua DPRD Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sudirman mengatakan, Chevron salah satu perusahaan energi asal Amerika Serikat, sampai saat ini belum memberikan kontribusi ke daerah setempat.

“Seharusnya perusahaan sebesar Chevron memberikan kontribusi kepada daerah sebagai lokasi operasional, taoi sampai saat ini kontribusi Cehvron tidak jelas, bahkan belum meberikan kontribusi kepada daerah sama sekali,” jelas Sudirman, di Penajam, Rabu.

Menurutnya, Chevron bisa saja memberikan deviden dari keuntungan kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, sebagai pemilik wilayah lokasi kerja Chevron, namun tidak ada sama sekali kepedulian Chevron terhadap daerah.

“Sampai sekarang saja Chevron tidak merespon permintaan tambahan gas dari pemerintah daerah untuk pembangkit listrik milik Perusda (perusahaan daerah),” kata Sudirman.

Dengan sikap Chevron yang tidak memiliki kepedulian terhadap daerah tersebut, tambahnya, bisa dijadikan bahan pertimbangan pemerintah untuk tidak tidak memperpanjang kontrak kerjanya karena keberadaan Chevron tidak ada pengaruhnya bagi daerah.

“Jadi kami berpendapat tidak perlu diperpanjang kontrak kerja Chevron ketika habis masa kontraknya, lebih baik ditutup saja Chevron itu,” tegas politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Sementara Bupati Yusran Aspar sependapat, sikap Chehron tersbut dijadikan pertimbangan jjika mengajukan perpanjangan kontrak kerja yang habis pada 2017, karena sampai saat ini belum ada kontribusi yang dapat membantu daerah.

Sampai sekarang, tambah bupati, Chevron tidak memberikan respon terhadap permintaan pemerintah daerah terkait tambahan gas untuk perusda sebanyak 10 atau 15 MMBTU (Million Metric British Thermal Unit) untuk kebutuhan listrik.

“Kami minta tambahan gas untuk perusda untuk kebutuhan listrik karena menurun dan berpengaruh pada pembangkit kepada Chevron tapi tidak ada respon baik,” ungkap Yusran Aspar.

“Jadi tidak ada pengaruhnya sama sekali keberadaan Cheron itu di daerah, lebih baik Chevron ditutup saja,” tegas bupati. (bp/*esa)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.