BPBD Kaltim dan PPU Gelar Rehabilitasi Rekontruksi Pasca Bencana

Alpian – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Sosialisasi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pasca Bencana gelaran BPBP Kaltim dan BPDB Kabupaten Penajam Paser Utara. (Alpian - Humas Setkab PPU)

Sosialisasi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pasca Bencana gelaran BPBP Kaltim dan BPDB Kabupaten Penajam Paser Utara. (Alpian – Humas Setkab PPU)

Penajam, helloborneo.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Timur bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Sosialisasi Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pasca Bencana, Kamis (12/111) di Hotel Al-Banjari, Kecamatan Penajam.

Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar membuka langsung acara yang dihadiri Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Bencana BPBD Provinsi Kalimantan Timur, Agustoni Tawakalludin.

Narasumber yang dihadirkan berasal dari Yayasan Kenari UGM Jogjakarta, AB Widyanta, dengan peserta Camat, Lurah, Satpol PP, Pelaku dunia usaha (Fastkal) kehutan dan Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten PPU.

Tohar dalam arahannya mengatakan menyambut baik kegiatan ini dalam upaya melakukan proses Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Pasca Bencana di Kabupaten PPU.

“Salah satu daerah yang topografinya cukup bervariasi Kabupaten PPU rentan sekali terjadi bencana seperti tanah longsor, banjir, abrasi, angin puting beliung, bahaya kekeringan yang berkaitan dengan kebakaran hutan,” kata Tohar.

Tohar menambahkan daerah yang menjadi langganan banjir setiap tahun seperti daerah Logdam, Kecamatan Sepaku, dan banjir di daerah Sebakung Jaya, Kecamatan Babulu. “Perlu identifikasi dan pemetaan letak-letak kerawanan bencana sehingga dapat dijadikan antisipasi kewaspadaan dini terhadap bencana,” ungkap Tohar.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Yahya pihaknya akan terus mempersiapkan lebih matang dalam menghadapi segala macam bentuk bencana. “Kami juga akan menambah armada, termasuk bantuan dari pemerintah pusat. Kami juga akan tingkatkan koordinasi dan Sumber Daya Manusia termasuk meningkatkan anggaran untuk menunjang peralatan,” pungkas Yahya. (adv/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.