Souvenir Groundbreaking Telan Anggaran Rp175 Juta

Suherman – Gusti

 

1.000 souvenir pada Grounbreaking Borneo Railway di Kabupaten Penajam Paser Utara. (Suherman - Hello Borneo)

1.000 souvenir pada Groundbreaking Borneo Railway di Kabupaten Penajam Paser Utara. (Suherman – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Tenda besar berukuran 50×60 meter, dengan 60 AC Kapasitas 5 PK/Unit, hingga 1.000 paket souvenir dengan nilai anggaran Rp.175 Juta membuat kemewahan kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam “Groundbreaking Borneo Railway” di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Rabu (18/11) terasa.

Hal tersebut diketahui saat helloborneo.com melihat langsung kesiapan kunjungan bersama Bupati PPU, Yusran Aspar. Sementara perihal souvenir diketahui dari Kepala Bidang Perindustrian, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten PPU, Mapanyompa.

Mapanyompa mengatakan 1.000 souvenir tersebut dibagikan gratis untuk tamu undangan yang hadir pada acara peletakan batu pertama pembangunan rel kereta api borneo (Groundbreaking Borneo Railway) oleh Presiden Jokowi.

“Souvenir ini akan dibagikan secara gratis kepada tamu undangan yang hadir, pada acara Groundbreaking oleh Presiden Jokowi, di Pelabuhan Benuo Taka di Kawasan Industri Buluminung,” ungkap Mapanyompa.

Lanjut Mapanyompa, isi souvenir itu merupakan kerajinan yang dihasilkan masyarakat Kabupaten PPU berupa gula semut, amplang, kerupuk ubi ungu, kerupuk rumput laut, kaldu udang, dan madu. “Namun pada souvenir tersebut hanya ada 100 bingkisan yang ada berisi madu asli, jadi tidak semua bingkisan souvenir terdapat madu asli,” ucapnya.

“Produk dalam souvenir tersebut kami hadirkan dari Usaha Kecil Menengah di Kabupaten Penajam Paser Utara, yang mengahabiskan anggaran Rp175 juta. Persiapan saat ini sudah 99 persen hampir selesai, tinggal pendistribusian saja ke tempat acara nanti,” pungkas Mapanyompa. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.