DPRD Kabupaten Paser Tuntut Janji PLN

Rapal JKN

 

Biarpet. Ketua Komisi I DPRD Paser, Abdullah tuntut janji PLN. (Rapal JKN - Hello Borneo)

Biarpet. Ketua Komisi I DPRD Paser, Abdullah tuntut janji PLN. (Rapal JKN – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborneo.com – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Abdullah mengatakan pihaknya menuntut dan menagih janji PLN untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Janji tersebut disampaikan PLN Rayon Tanah Grogot dalam hearing, bahwa sebelum Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) tanggal 9 Desember 2015 akan menambah mesin pembangkit untuk mengatasi persoalan pemadaman.

“Kemarin persoalan ini sudah kita hearing. Pihak PLN menyampaikan bahwa pemadaman terjadi karena ada mesin pembangkit gangguan, sehingga terjadi defisit daya atau lebih banyak pemakaian daripada energi listrik yang dihasilkan mesin pembangkit,” kata Abdullah.

Dalam hearing itu pula, PLN Tanah Grogot telah bersurat kepada Kanwil PLN di Balikpapan untuk mensupport mesin pembangkit, sehingga mendukung kelancaran Pilkada Paser. “Janji tersebut sebenarnya sudah dipenuhi. PLN mendapat support mesin pembangkit. Cuma infonya masih ada defisit daya sekitar 700 kilowatt,” ucapnya.

Dengan defisit daya 700 kilowatt itu, lanjut Abdullah, tentunya masih ada pemadaman, tapi tak separah dulu lagi. “Pemadaman bergilirnya cuma sekitar 3 jam, kemudian nyala lagi. Hanya saja, akhir-akhir ini sering terjadi pemadaman mendadak, biar pet. Dan persoalan ini kembali dikeluhkan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu, tambah Abdullah, PLN memberi kabar bahwa tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) sedang diperbaiki. Jika SUTT difungsikan, maka energi listrik dari PLTA Asam-Asam Kalsel akan masuk Gardu PLN di Kuaro. Saat itulah Kabupaten Paser surplus energi listrik, dan PLN perlu dukungan Pemkab Paser mewujudkannya.

“Kan ada dua jaringan listrik di sepanjang Grogot-Kuaro. Nah, salah satu jaringan listrik itulah yang menyuplai energi listrik dari Gardu ke PLN Tanah Grogot. Dukungan yang diminta PLN adalah membersihkan jalur jaringan listrik itu dari tanam tumbuh masyarakat, terutama RT 3 dan RT 10 Kuaro, pemilik tanam tumbuh menolak tanamannya ditebang,” jelasnya.

Terpisah, Manager PLN Rayon Tanah Grogot Sunoto M,ulyo mengatakan biarpet terjadi akibat jaringan listrik PLN tertimpa pohon tumbang. Terkait pembersihan jaringan listrik dari tanam tumbuh masyarakat, PLN sangat mengharapkan dukungan Pemkab Paser.

“Masih ada warga yang menolak tanam tumbuhnya dipotong agar tak mengenai kabel jaringan, kalau tidak dipotong akan jadi penyebab gangguan pada sistem listrik kita,” kata Sunoto. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.