Di Paser, Wajib Lapor Perlu Ditingkatkan

N Sya

 

WAJIB LAPOR. Masyarakat diminta ikut berperan aktif. (N Sya)Tana Paser, helloborneo.com – Polri dan TNI bersama Forpimda, Kemenag, Muspika, KUA, Tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda, FKUB, pimpinan Ponpes, serta Da’i pembangunan se-Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, melakukan kegiatan sebagai antisipasi masuknya paham radikalisme menyimpang di Masyarakat.

Kegiatan silaturahmi ini merupakan salah satu bentuk pencegahan dan kewaspadaan terkait dengan isu teror terorisme yang terjadi selama ini. Dan terkait pula dengan organisasi Gafatar yang berpusat di Kalimantan.

Kapolres Paser AKBP Cristian Torry saat menyampaikan sambutannya mengatakan himbauan kepada masyarakat Kabupaten Paser untuk lebih waspada dengan orang-orang yang terlihat mencurigakan. Torry juga menyampaikan agar masyarakat dapat dengan cerdas memilah-milah kabar berita agar tidak terjadi sebuah konflik.

“Masyarakat jangan mendengarkan gosip-gosip di luar sana yang dapat memicu perpecahan antar suku maupun agama,” tegas Torry.

Dandim 0904/TNG Letkol Arm Rimoko Ardani juga menyampaikan hal senada, masih kurangnya aturan wajib lapor di setiap wilayah atau desa. Rimoko meminta ijin langsung kepada pemerintah untuk mengeluarkan aturan yang lebih ketat terkait dengan wajib lapor.

“2 X 24 jam tamu yang datang di setiap desa wajib lapor, jika ada tamu yang mencurigakan segera laporkan kepada kami,” ucapnya Rimako.

Lanjut Rimako mengatakan secara tegas bahwa paham radikalisme yang menyimpang dengan aturan dan kaidah-kaidah pancasila maupun UUD 1945, bukan hanya berkaitan dengan agama islam tetapi agama lain pun ada yang terlibat di dalalamnya.

“Jika ada yang bilang radikalisme dan terorisme adalah agama islam, secara tegas saya katakan “TIDAK”,” tegas Rimoko.

“Negara kita sedang berperang dengan saudara-saudara kita yang telah dipengaruhi Negara lain,” tutup Rimoko. (rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.