Kesbangpol Paser Gelar Sosialisasi UU Ormas

MR Saputra

Kesbangpol Paser gelar kegiatan sosilisasi Undang-Undang Ormas. (MR Saputra - Hello Borneo)

Kesbangpol Paser gelar kegiatan sosilisasi Undang-Undang Ormas. (MR Saputra – Hello Borneo)

Tana Paser, helloborbeo.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, menggelar kegiatan sosilisasi Undang-Undang No 17 tahun 2013 tentang organisasi kemasyarakatan, Rabu (10/2). Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Paser dihadiri berbagai Organisasi Masyarakat (ormas) Paser. 

Sosialisasi ini dihadiri langsung oleh perwakilan Dirjen Kementrian Dalam Negeri, Frans Sinatra, yang juga sebagai penyampai materi UU tentang Ormas. Dalam materi yang disampaikannya, menjelaskan sifat dasar dari Ormas, yaitu sukarela, mandiri, sosial dan demokrasi.

“Sifat ormas memang mandiri, tetapi tidak ada larangan jika pemerintah memberikan bantuan kepada suatu Ormas,” ucap Frans.

Disampaikan Frans, jumlah Ormas di Kabupaten Paser yang tercatat di Kesbangpol ada 268 ormas. Jumlah tersebut tidak sedikit, dan sudah dicatat di UU No 17 tahun 2013 bahwa masing-masing ormas wajib melapor ke Kesbangpol setiap enam bulan.

“Agar Kesbangpol dapat mengetahui apakah ormas tersebut masih aktif dan berjalan atau tidak,” ucap Frans.

Ormas hakekatnya merupakan organisasi yang berperan serta dalam membantu pembangunan dalam bidang sosial, kemasyarakatan dan budaya. Ormas hanya boleh memantau masyarakat, tidak boleh melakukan penindakan kepada masyarakat yang melakukan kesalahan.

“Ormas tidak boleh dan tidak wajib melakukan penyidikan, investigasi dan penindakan. Tugas ormas hanya melakukan kontrol sosial di masyarakat,” tegas Frans.

Mewakili ormas-ormas di Kabupaten Paser, Sudirman, Ketua Lembaga Adat Paser menyampaikan semua ormas yang ada di Kabupaten Paser harus saling bekerja sama mencapai satu tujuan yang sama pula.

“Untuk menjalankan amanah dengan baik, saya berusaha sekuat mungkin di bantu dengan ormas-ormas lain. Tanpa adanya kerja sama, tanpa adanya suatu hubungan satu dengan yang lainnya, tidak mungkin tujuan kita dapat berjalan dengan baik,” tutup Sudirman. (adv/rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.