Penajam Sosialisasikan Larangan Gunakan Jaring Cantrang

Bagus Purwa

 

Saat gelombang tinggi nelayan Kabupaten Penajam Paser Utara, memanfaatkan waktu memperbaiki atau merawat perahu (Bagus Purwa - Hello Borneo).

Saat gelombang tinggi nelayan Kabupaten Penajam Paser Utara, memanfaatkan waktu memperbaiki atau merawat perahu (Bagus Purwa – Hello Borneo).

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menyosialisasikan larangan pemerintah pusat terkait penggunaan alat tangkap jaring “trawl” atau modifikasinya jaring cantrang atau pukat dogol kepada nelayan di daerah itu.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara, Ahmad Usman saat dihubungi helloborneo.com di Penajam, Senin mengatakan, instansinya telah menyosialisasikan dampak penggunaan alat tangkap jaring cantrang atau pukat dogol kepada para nelayan, karena ikut menjaring ikan muda yang masih berpotensi untuk tumbuh dan bertelur.

“Selain merusak terumbu karang, pelarangan penggunaan jaring cantrang atau pukat dogol itu juga karena pukat tersebut menangkap seluruh ukuran ikan, sehingga menghambat kelangsungan regenerasi ikan,” katanya.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015 menurut Ahmad Usman, melarang para nelayan menggunakan alat tangkap pukat hela (trawl) dan pukat tarik atau cantrang, sehingga harus disosialisasikan kepada nelayan.

Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut dia, akan memberikan alat tangkap jaring udang kepada para nelayan, khususnya kepada nelayan yang selama ini menangkap ikan menggunakan penggunaan jaring cantrang atau pukat dogol.

“Ada sekitar 30 nelayan yang masih aktif karena tidak memiliki alat tangkap selain jaring cantrang atau pukat dogol, sehingga kami rencanakan pembelian alat tangkap ramah lingkungan yang akan diusulkan pada APBD Perubahan 2015,” jelasnya.

Sebenarnya, menurut Ahmad Usman, pemerintah melalui Keputusan Presiden RI Nomor 3 Tahun 1980 dan Undang-Undang Nomor 45 tahun 2010 tentang Perikanan, telah melarang penggunaan jaring cantrang atau pukat dogol, karena bisa membahayakan ekosistem laut. (adv/bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.