Wabup Penajam: PNS Harus Tetap Semangat Kerja

Subur Priono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ menghadiri perayaan Natal bersama pegawai di lingkungan RSUD dan Polres setempat(Suherman - Hello Borneo)

Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Mustaqim MZ. (Dok – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Wakil Bupati Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Mustaqim MZ mengingatkan seluruh aparatur sipil negara di daerah setempat tetap bersemangat kerja memberikan pelayanan kepada masyarakat selama Ramadhan.

“Puasa juga jangan jadi alasan untuk malas-malasan, datang terlambat ke tempat bekerja yang pada akhirnya pelayanan kepada masyarakat terganggu.” kata Mustaqim, di Penajam, Rabu.

Selama Ramadhan PNS (pegawai negeri sipil) diberikan toleransi dari pemerintah, yakni pengurangan jam kerja.

Pada hari biasa di luar bulan Ramadhan, jam kerja PNS dimulai pukul 07.30 hingga pukul 16.00 Wita, sedangkan selama Ramadhan dimulai 08.00 Wita hinga 15.30 Wita ada pengurangan satu jam selama Ramadhan.

“Semua untuk memberikan kemudahan bagi pegawai yang melaksanakan ibadah puasa, jadi tidak ada lagi alasan bagi PNS untuk bermalas-malasan, terlambat masuk kantor dan sebagainya,” tegas Mustaqim.

Ibadah puasa adalah kewajiban bagi seluruh umat Islam di dunia. Namun, selain bernilai sebagai ibadah, puasa juga memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh.

Jadi sudah sepantasnya manusia patut bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bertemu dengan Ramadhan tahun ini untuk menjalankan puasa.

“Puasa mampu membersihkan racun racun dari dalam tubuh, sehingga tubuh akan lebih sehat. manfaat lainnya, dapat mencegah diabetes, kolesterol, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kinerja otak dan masih banyak manfaat lain dari berpuasa,” jelas Mustaqim.

Puasa menurut ia, sesungguhnya tidak susah dilaksanakan hanya melatih manusia untuk lebih bersabar sereta menjaga segala organ tubuh, seperti tangan, mata, mulut, tangan kaki dan sebagainya untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang dan dapat membatalkan puasa.

“Inikan perubahan biasa saja, cuma menggeser waktu makan siang saja. Yang tadinya jam makan siang pada siang hari, kini dijadikan sore hari, yakni waktu berbuka puasa. Begitu juga dengan makan pagi, kini dijadikan sahur,” tambah Mustaqim. (adv/bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.