Penajam Perkenalkan Kompor Rakyat Gunakan Kelapa Sawit

Indra Jaya Wiyono – Humas Setkab Penajam Paser Utara

 

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (Suherman - Hello Borneo)

Bupati Penajam Paser Utara, Yusran Aspar (Dok – Hello Borneo)

Penajam, helloborneo.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, bersama PT Bayu Lancar Unggul Engineering (Blue) Balikpapan memperkenalkan kompor rakyat kepada masyarakat di daerah setempat.

Pada kegiatan memperkenalkan kompor rakyat yang dilaksanakan pada Jumat (23/6) itu PT Blue demontrasikan kompor berinovasi tepat guna dengan bahan bakar kelapa sawit yang dapat digunakan dan membantu ibu rumah tangga.

Selain Bupati Yusran Aspar, kegiatan yang berlangsung di gedung PKK Kecamatan Penajam itu juga dihadiri Ketua PKK Kabupaten Penajam Paser Utara Rustini Yusran Aspar, jajaran Perusahaan Daerah Benuo Taka serta ibu-ibu rumuah tangga di Kecamatan Penajam.

Menurut Yusran Aspar, kompor rakyat berbahan bakar kelapa sawit tersebut mampu menghasilkan api yang baik setera dengan kompot yang menggunakan elpiji atau minyak tanah.

Komponen kompor rakyat itu dilengkapi dengan kipas yang dapat menjadikan api menjadi lebih stabil dan tidak berasap, dan energi panas yang dihasilkan kompor rakyat tersebut juga bisa dikonversikan menjadi arus listrik .

Untuk itu, lanjut Yusran Aspar, ibu-ibu PKK mendukung inovasi kompor rakyat tersebut dan diinformasikan luas karena dengan menggunakan kompor itu jauh lebih hemat dari menggukan elpiji atau minyak tanah.

Perwakilan dari PT Blue Balikpapan Johan menjelaskan, pembuatan kompor rakyat ini berawal dari ide dari Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar, mengingat banyaknya sawit yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat

“Agar dapat bermanfaat sebagai bahan energi baru, kami mencoba mendesain kompor sesuai dengan kebutuhan rumah tangga yang aman, ekonomis dan terjangkau berbahan bakar  kelapa sawit,” ujarnya.

Kompor rakyat seharga Rp150.000 tersebut, merupakan kompor multi fungsi, selain dengan menggunakan satu ons kelapa sawit kering dapat menghasilkan api selama dua jam, kompor itu juga dapat menghasilkan energi listrik.

“Energi panas yang dihasilkan dari perputaran kipas di dalam komponen kompor bisa dikonversikan menjadi energi listrik, sehingga dapat digunakan untuk mengisi baterai telepon seluler maupun peralatan elektronik lainnya,” jelas Johan.

Ia berharap, ide cemerlang tersebut dapat membantu masyarakat di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, dan PT Blue akan terus mengembangkan teknologi tepat guna bersumber energi terbarukan yang ramah lingkungan. (adv/bp/*rol)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.