Pembangunan Jembatan Penajam-Balikpapan Tahap Lelang di BPJT

Ari B

Kabag Pembangunan Setkab PPU, Nicko Herlambang.

Penajam, helloborneo.com – Rencana pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan di atas Teluk Balikapapan, Kalimantan Timur, memasuki tahap pelelangan di Badan Pengatur Jalan Tol, kata Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara Nicko Herlambang.

“Proyek pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan dengan nilai investasi sekitar Rp16,2 triliun itu kini sudah memasuki tahap lelang di BPJT,” ungkap Nicko Herlambang ketika ditemui helloborneo.com di Penajam, Kamis.

Tahap penyertaan modal pembiayaan konsorsium telah dilakukan, masing-masing konsorsium pembangunan jembatan tol penghubung antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan tersebut telah memproses modal awal untuk pembiayaan pembangunan.

“Penyertaan modal awal konsorsium itu untuk dapat mengikuti lelang pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan di BPJT,” jelas Nicko Herlambang.

Biaya pembangunan jembatan tol penghubung sepanjang 7,75 kilometer dengan lebar 33 meter tersebut dengan saham gabungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sebesar 20 persen, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara 15 persen, Pemerintah Kota Balikpapan lima persen dan PT Waskita Karya sebesar 60 persen.

Namun, Pemerintah Kota Balikpapan menunjukkan sikap pesimistis terhadap pembangunan jembatan tol penghubung dari titik Niipah-Nipah Kabupaten Penajam Paser Utara, menuju Melawai Kota Balikpapan itu.

Sikap pesimistis yang ditunjukkan Pemerintah Kota Balikpapan terhadap pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan tersebut menurut Nicko Herlambang, tidak tapat.

Pada pertemuan empat konsorsium di Kota Balikpapan pada Maret 2018 lanjutnya, Pemerintah Kota Balikpapan telah menyepakati penyertaan modal, bahkan pada pertemuan saat itu Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi juga menyetujui pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan dilanjutkan.

“Jika ada yang menolak pembangunan jembatan tol penghubung di atas Teluk Balikpapan itu hanya pendapat pribadi,” ujar Nicko Herlambang.

Sedangkan peluncuran pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan tambahnya, bukan acara Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melainkan kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Sebelum pembangunan fisik jembatan tol penghubung dengan tinggi ruang bebas setinggi 50 meter dari permukaan air laut tertinggi itu dilaksanakan, digelar peluncuran pembangunan jembatan tol penghubung Penajam-Balikpapan yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Penajam Paser Utara, pada Minggu (13/5). (bp/hb/Adv)

 

 




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.