Dewan Minta PT BME Setop Pungutan Pendaftaran Jargas

Arsyad Mustar

Bontang, helloborneo.com – Terkait pungutan biaya pendaftaran pemasangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Bontang sebesar Rp100 ribu, anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang meminta PT Bontang Migas dan Energi (BME) agar menyetop.

Dia mengatakan, nominal tarif tersebut tentu akan membebankan sebagian masyarakat. Sebab, seperti yang diketahui pemasangan ini gratis dari pemerintah alias tidak dipungut biaya.

Politikus Partai Nasdem menganggap PT BME sejauh ini belum pernah memberikan penjelasan terkait peruntukan pungutan biaya pendaftaran pemasangan jargas yang dibebankan kepada calon pelanggan.

“Jadi tolong BME setop dulu pungutan pemasangan jargas itu,” tegasnya kepada Klikbontang saat ditemui di Kantor DPRD Bontang, Senin (4/2/2019).

Serupa, M Arif, anggota Komisi II lainnya mengaku merasa kaget saat mendengar kabar adanya pungutan kepada masyarakat. Untuk itu, pertengahan bulan ini pihaknya menjadwalkan memanggil pihak BME.

“Setahu saya gratis. Tidak ada pungutan seperti itu. Kami akan panggil BME, mungkin tanggal 16 nanti untuk membicarakan alasan lakukan pungutan,” ujarnya.

Sebelumnya, pungutan biaya pendaftaran pemasangan jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kota Bontang sebesar Rp100 ribu menjadi ramai buah bibir masyarakat.

Herlina, salah satu warga Kelurahan Bontang Baru misalnya. Dia mengaku harus merogoh kocek Rp100 ribu untuk pendaftaran jargas. Padahal setahu dia, semuanya gratis ditanggung pemerintah.

“Saya tahunya gratis Mas. Tapi, ini kok disuruh bayar sama petugas PT BME (Bontang Migas dan Energi),” katanya.

Pungutan itu pun dibenarkan Rukiyam, salah satu tetangga Herlina. Ibu rumah tangga ini sempat dimintai Rp100 ribu oleh petugas PT BME. Namun, karena merasa janggal, dirinya masih belum membayarkannya.

Sepengetahuannya, program andalan Pemkot Bontang ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Kota Bontang sendiri sudah berhasil memperoleh 13 ribu sambungan rumah (SR).

“Ini kan bantuan pemerintah pusat Mas. Kok bisa bayar? Senin sih saya mau langsung ke Kantor BME untuk menanyakan ini agar tidak salah paham,” jelas Lina—sapaan akrabnya.

Sementara itu, Plt Manager Layanan Umum PT BME, Suwandi mengakui jika biaya daftar tersebut dibebankan kepada calon pelanggan. Padahal seharusnya memang gratis. Alasannya, terdapat pekerjaan dalam pemasangan Jargas biayanya tidak ditanggung pemerintah.

Misalnya, terdapat meteran yang letak pemasangannya kurang pas, proses aktivasi, serta beberapa item pekerjaan lainnya. Kata Suwandi, semua itu memiliki biaya untuk membayar pekerja ataupun buruh harian.

“Karena memang biaya seperti ini tidak ditanggung, pemerintah hanya menyediakan lahan untuk pemasangan Jargas,” katanya saat ditemui Klikbontang, di Kelurahan Berebas Tengah, Sabtu (2/2/2019).

Terkait biaya pendaftaran ini, lanjut dia, jauh sebelumnya BME sudah melakukan sosialisasi kepada Ketua RT masing-masing. Namun Suwandi tidak mengetahui secara pasti kapan sosialisasi itu dilakukan.

Diketahui, calon pelanggan jika ingin berlangganan jargas, terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi, di antaranya membayar biaya registrasi sebesar Rp 100 ribu di Kantor BME, kemudian biaya konversi kompor sebanyak Rp 35 ribu.

“Saya rasa sudah tahu semua kok. Dari dulu. Tapi saya agak lupa kapan sosialisasi itu. Yang jelas sudah dilakukan dan menyampaikan soal biaya pendaftaran ini,” jelas pria murah senyum itu. (adv/am/tan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.