Disdikpora Penajam Imbau Tidak Ajak Jalan-Jalan Anak Saat Diliburkan

Kepala Disdikpora PPU, Alimuddin.

Ari B

Penajam, helloborneo.com – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga atau Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Alimuddin mengimbau kepada seluruh orang tua agar tidak mengajak jalan-jalan anaknya saat diliburkan dari kegiatan belajar mengajar di sekolah untuk mencegah penyebaran COVID-19.

“Orang tua perlu mendampingi anak-anaknya tetap belajar dan bermain di rumah, tidak memanfaatkan libur sekolah untuk jalan-jalan ke tempat-tempat keramaian,” ujar Alimuddin ketika ditemui helloborneo.com, Senin.

Langkah pemerintah yang meliburkan sekolah tersebut menurut dia, untuk mencegah penyebaran COVID-19 di kalangan anak-anak, sehingga tetap di rumah agar tidak terjadi penyebaran lebih luas.

Meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah lanjut Alimuddin, merupakan langkah penting agar semangat mencegah anak terpapar COVID-19 bisa berjalan efektif.

“Tentunya perlu diatur secara cermat dan tepat. Prinsipnya segala potensi yang memungkinkan penyebaran COVID-19 harus dicegah secara dini,” ucapnya.

Disdikpora Kabupaten Penajam Paser Utara juga berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP setempat untuk melakukan patroli ke tempat-tempat wisata di daerah itu selama masa libur sekolah.

“Satpol PP akan melakukan patroli kecil ke setiap tempat wisata seperti pantai dan taman sekaligus memberikan pemahaman kepada warga menyangkut COVID-19,” ungkap Alimuddin.

“Kami sudah koordinasi dengan Satpol PP untuk melaksanakan patroli kecil dan mengingatkan warga karena kami juga tidak bisa memberikan sanksi,” katanya.

Masa libur anak sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara diperpanjang oleh Bupati Abdul Gafur Mas’ud hingga 28 Maret 2020 sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Namun perlu dicatat tegas Alimuddin, meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut bukan liburan, namun kegiatan belajar anak-anak dari sekolah dialihkan di rumah masing-masing.

“Kebijakan itu untuk membikin jarak sosial dengan membatasi interaksi dengan orang lain, Jadi tetap tinggal dan belajar di rumah. Bukan hanya untuk melindungi diri, tapi juga menyelamatkan orang lain,” jelasnya. (bp/hb)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.