Laba Perumda Tirta Kandilo Paser Tidak Bisa Disisihkan PAD

TB Sihombing                                                                                        

Kantor Perumda Air Minum Tirta Kandilo Kabupaten Paser (TBS)

Paser, helloborneo.com – Laba Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Air Minum Tirta Kandilo Kabupaten Paser, yang diperoleh pada 2021 mencapai lebih kurang Rp5 miliar tidak bisa disisihkan untuk PAD (pendapatan asli daerah) kabupaten setempat.

Laba Perumda Air Minum Tirta Kandilo tersebut tidak memberikan sumbangsih membantu PAD Kabupaten Paser, karena dalam Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah atau BUMD, tidak menyebutkan berapa persen untuk PAD dari laba yang diperoleh

“Ini masih disusun dengan adanya PP Nomor 54 tahun 2017 terkait perubahan status ke Perumda Air Minum Tirta Kandilo. Misalnya berapa persen dari laba kewajiban kami yang belum diatur,” ujar Staf Keuangan Perumda Air Minum Tirta Kandilo Kabupaten Paser, Sugina saat dihubungi helloborneo.com di Paser, Selasa.

Beberapa tahun lalu setiap laba yang diperoleh dalam setahun jelas dia, 30 persen dari keuntungannya untuk PAD yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Paser Nomor 8 Tahun 2016 tentang pendirian PDAM.

Namun menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK saat melakukan audit di Pemerintah Kabupaten Paser pada 2020, PDAM tidak wajib setor sebelum cakupan pelayanan air bersih mencapai 80 persen.

“Untuk PAD itu memang selama ini kami sudah setoran. Karena ada temuan direkomendasikan kembali lagi ke PDAM. Lebih disarankan pendapatan yang ada untuk menambah cakupan pelayanan,” ucapnya.

Perubahan badan hukum PDAM Tirta Kandilo ke Perumda Air Minum Tirta Kandilo pada September 2020 diperkuat dengan Perda Nomor 7 Tahun 2020, tetapi memerlukan turunan peraturan bupati sebagai rujukan ketentuan persentase penyetoran keuntungan karena tidak mengatur masalah PAD dari laba.

Cakupan 80 persen tersebut meliputi pelayanan secara administrasi atau jumlah penduduk dan secara teknis jaringan. Sementara sampai saat ini masih 50 persen atau pelanggan Perumda Air Minum Tirta Kandilo 2021 mencapai 29.339 sambungan rumah (SR). Sedangkan pada 2020, tidak memperoleh laba dikarenakan 2.177 SR digratiskan selama tiga bulan.

“Kalau 2020 mengalami kerugian 183 juta. Kami memberikan gratis pembayaran rekening air selama tiga bulan akibat pandemi COVID-19,” ungkapnya.

Kendati laba pada tahun lalu (2021) mencapai Rp5 miliar, tunggakan dari pelanggan yang belum terbayar hingga Desember 2021 yakni piutang sekitar Rp 5,23 miliar. Serta dari 29.339 SR, 223 SR di antaranya terpaksa harus diputus.

Laba Perumda Air Minum Tirta Kandilo pada 2021 yang dipastikan mencapai angka sekitar Rp5 miliar tersebut, angka tepatnya belum dapat dirincikan.

“Karena masih ada adjustment (penyesuaian dan penyajian laporan keuangan), jadi laba Rp5 miliar itu gambarannya belum pasti,” kata Sugina. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.