Polisi Paser Dalami Dugaan Informasi “Hoax” Menyangkut Kasus COVID-19

TB Sihombing

Bupati Paser Fahmi Fadli didampingi Kapolres Kade Budiyarta saat diwawancara terkait dugaan informasi “hoax” kasus COVID-19 (TBS)

Paser, helloborneo.com – Kepolisian Resor atau Polres Paser mendalami dugaan informasi “hoax” atau berita bohong menyangkut kasus COVID-19 yang beredar di media sosial, yang menyebabkan terjadi intimidasi terhadap warga di daerah itu yang terkonfirmasi positif virus corona.

Kapolres Paser, AKBP Kade Budiyarta saat dihubungi helloborneo.com di Paser, Selasa menegaskan, bakal melakukan penyelidikan lebih mendalam perihal penyebaran informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan untuk mengetahui kebenarannya.

“Kami pasti akan melakukan tahapan penyelidikan. Intinya segala sesuatu yang ada di media sosial. Tolong kami bijak memilah dan memilih, mana yang patut konsumsi umum atau hanya berhenti di pribadi,” ujarnya.

Kepolisian belum dapat menyimpulkan, apakah nantinya penyebar informasi tersebut akan dikenakan sanksi atau ditindaklanjuti ke tahap selanjutnya. Nnformasi yang diterima baru sepihak, yakni dari informasi keluarga terpapar COVID-19.

“Yang jelas sudah ada Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) untuk melaksanakan proses penyelidikan,” jelas mantan Kapolsek Metro Gambir tersebut.

Bupati Paser Fahmi Fadli menyatakan, terjadi miskomunikasi baik dari petugas maupun dari keluarga yang menjalani isolasi mandiri, dan tentunya masalah yang masuk ke pemerintah kabupaten akan ditindaklanjuti.

“Ini mereka butuh bantuan sembako. Walaupun mereka tidak minta, tapi ini kewajiban pemerintah kabupaten. Mereka menjalani isolasi mandiri COVID-19, pasti kami akan melaksanakan,” kata dia.

Sejak hari pertama sudah diberikan bantuan, namun miskomunikasi lanjut ia, bahwa yang menjalani isolasi mandiri tidak perlu mendapatkan bantuan.

“Isoter kami belum siap. Sebelumnya kasus yang terjadi di pasar tidak langsung meninggi. Insya Allah besok sudah teralisasi,” tambahnya.

Bupati juga memastikan dengan ditemukan kasus yang dialami oleh para pelajar. Sekolah-sekolah yang siswanya terpapar ditutup sementara, untuk menjamin keselamatan semua pihak.

Hingga batas waktu yang telah ditentukan dan juga selesainya testing, tracking dan treatment atau 3T oleh pemerintah kabupaten menurut dia, sehingga penanganan kasus COVID-19 di Kabupaten Paser lebih tepat sasaran. (bp)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.