Roy MS
Balikpapan, helloborneo.com – Industri perhotelan di Kota Balikpapan perlahan menunjukan geliat positif, setelah mengalami penurunan akibat dampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir. Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan Timur (Kaltim) diakui memberi efek pada percepatan pemulihan ekonomi pada sektor tersebut.
Hal ini satu di antaranya dirasakan oleh Hotel Novotel Balikpapan. General Manager Novotel Ibis Balikpapan, Florent Michaud mengaku, tanda-tanda pemulihan bisnis perhotelan mulai terlihat sejak awal tahun 2022, di mana seiring periode tersebut jumlah kunjungan ke kawasan IKN turut meningkat.

“Beberapa bulan terakhir ini, okupansi mencapai antara 50 persen hingga 60 persen. Kunjungan oleh kalangan pemerintahan dan masyarakat umum ke IKN kontribusinya memang cukup besar,” terang Florent, Selasa (19/4).
Pelonggaran syarat bagi pelaku perjalanan seiring turunnya angka kasus aktif Covid-19 juga mempengaruhi tingkat keterisian kamar hotel. Kebijakan tersebut menurutnya mendorong jumlah kunjungan ke Balikpapan. “Kondisi ini cukup postif untuk kami,” singkatnya.
Florent optimistis tren ini akan terus membaik, apabila pelonggaran terus berangsur dilakukan oleh pemerintah, sehingga perjalanan dinas bagi korporasi diharap bisa kembali normal.
“Kalau PPKM sudah tidak ada, dan perjalanan dinas dari korporat normal, saya optimistis pada akhir tahun nanti peluangnya baik,” harapnya.
Selain tamu dari luar pulau, kontribusi kunjungan tamu domestik tentu turut menyumbang angka okupansi di Novotel Balikpapan. Tamu dari Kota Samarinda khususnya dan beberapa daerah lain di Kalimantan Timur diakui cukup dominan. Terlebih saat weekend.
“Ya tentu, saat weekend banyak tamu dari Samarinda dan daerah lain di Kaltim yang staycation di sini,”sebutnya.
Namun demikian, pada momen Ramadan, tingkat keterisian kamar agak sedikit menurun. Hal ini memang diakui sebagai tren normal dari tahun ke tahun. (yor)
Baca juga:
<strong>Ragam Jajanan Tradisional di IKN, Pas Banget Dinikmati Saat Berbuka</strong>
















